Kota tidak pernah benar-benar tidur, terutama bagi anak-anak remaja yang memiliki gejolak keliaran dalam diri mereka dan terlalu sedikit perhatian di rumah.
Para remaja terperangkap dalam dunia yang buram. Berada di ruangan yang sama, bernapas dala...
Seluruh isi novel ini merupakan karya fiksi yang sepenuhnya lahir dari imajinasi penulis. Nama tokoh, tempat, organisasi, peristiwa, maupun dialog di dalamnya dibuat semata-mata untuk kepentingan cerita. Segala bentuk kemiripan dengan individu, kejadian, atau pihak mana pun di dunia nyata, baik disengaja maupun tidak, hanyalah kebetulan dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan atau merujuk pada pihak tertentu. Pembaca diharapkan menikmati karya ini sebagai sebuah karya fiksi, bukan sebagai representasi dari kenyataan.
🪩🪩🪩
SIN
🪩🪩🪩
Tidak ada hal yang lebih baik selain berpesta di malam sabtu—weekend—dipenghujung minggu. Empat orang remaja perempuan beranama Stella, Kitty, Kinanti dan Alexa sedang berada dalam perjalanan menuju pesta yang diselenggarakan oleh ketua tim basket sekolah mereka bernama Devan—remaja laki-laki terpopuler—dengan mobil convertible berwarna putih.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Kitty menaikan volume radio mobilnya membuat lagu yang sedang di putar semakin besar dan terdengar oleh pengemudi lainnya yang sedang berada di sekitar mobil mereka.
Bagian atas mobil sengaja dibuka, membuat rambut panjang indah mereka berempat berterbang mengikuti arah angin. Kitty dan Kinanti tidak pernah berhenti berjoget, seperti sedang bersaing memenangkan lomba joget. Pinggul keduanya bergoyang dengan sangat heboh. Stella dan Alexa juga berjoget, tapi hanya menggerakkan pundak mereka secara perlahan, tidak bisa terlalu heboh, terutama Alexa—karena ia yang menyetir.
"Nanti, kalian bakalan ngapain di pesta nanti?" Tanya Alexa kepada Stella, Kinanti dan Kitty.
"Gue bakalan tebar pesona sama cowok-cowok yang ada di pesta." Jawab Kitty dengan bersemangat.
"Gue juga." Celetuk Kinanti.
"Okey, kita lihat aja nanti, diantara kita berdua, siapa yang paling banyak mendapatkan perhatian." Kitty menyombongkan diri.
"Oke!" Kitty dan Kinanti berjabat tangan, sedetik kemudian mereka berdua tertawa bersama.
"Gue keknya mau nyobain banyak jenis Alkohol." Sambung Stella.
"Yesh, itu sangat keren my little bitch." Kitty mencubit gemas pipi Stella. "Jangan menyia-nyiakan masa remaja."
"Lo benar." Stella terkekeh kecil.
"Mau tebar pesona? Hati-hati aja lo berdua, entar di pake sama anak laki-laki puber di pesta itu." Alexa memperingati Kitty dan Kinanti.