Tes gelombang uhuy~~~
Kalau di cerita sebelah banyak sad nya, percaya di sini banyak bahagianya. Hehe
Warning! Content mature 21+
Dosa tanggung sendiri kalau masih mau nyekrol sampai bawah! :)
Antusias tidak??😁🥂
Happy reading and enjoying 😘
Janlup vote dan komentnya gesss
°°°
Dika tidak tahu kalau pagi ini ia terlambat bangun pagi.
Sebelumnya alaram di ponselnya sudah bersuara nyaring sejak satu jam yang lalu untuk membangunkan sang empu dari tidur panjang. Namun, siapa sangka sang pelaku masih setia memejamkan mata, sebelum suara alaram terakhir berhasil membuatnya beranjak duduk dan bangun dari kasur yang empuk.
Laki-laki itu menguap seraya mengucek pandangannya yang masih buram. Tidak menyadari kalau waktu semenjak tadi terus bergerak tanpa ingin memberi jeda.
"Jam berapa sih?"
Saat matanya bersibobrok pada layar hape yang menampilkan pukul setengah sembilan pagi, detik itu juga Dika mengumpat keras.
"BAJINGAN!!" Tubuhnya yang kaget loncat dari atas tempat tidur dan langsung berlari ke arah kamar mandi. Hari ini dia telat. Lagi. Telat untuk mengantarkan teman mesranya itu berangkat ke sekolah.
Siap-siap kena amuk Elen dia nanti.
Tak perlu waktu yang lama. Dengan mengandalkan kecepatan akan mandi bebeknya barusan, lima menit sudah selesai ditambah lima menit lainnya untuk bersiap. Laki-laki itu lantas keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dengan buru-buru. Di ruang tamu ia melihat sang ibu yang sedang membaca koran.
"Mau kemana, Dika?" Sapaan suara ibunya masih bisa didengar jelas meskipun si pelaku sudah keluar dari pintu utama.
"Mau jemput Elen, Bunda!"
Raras-ibu Dika hanya memasang senyum jenaka. Dasar putranya. Masa iya mau mengantar anak gadis ke sekolah di jam sesiang ini? Memang aneh putranya satu itu.
"Dika berangkat Bunda!" Teriakan itu disusul suara motor yang melaju secara menggelegar membelah suasana lenggang pada pagi hari itu.
°°°
Perempuan yang terlihat centil dengan aksesoris pink yang hampir memenuhi seluruh tubuhnya masih mematut dirinya di depan cermin. Merasa bangga sekali sebab karunia Tuhan memberikan fisik sesempurna dirinya seorang. Tak henti-henti mulut gadis itu kerap memuji kecantikannya sendiri.
"Selena?"
Suara barusan asalnya dari arah pintu. Di sana wanita dewasa yang tidak kalah cantiknya meskipun sudah dimakan usia mendekat ke arah putrinya di depan cermin.
"Udah siang. Kapan mau berangkat ke sekolah?"
Selena mengerucutkan bibir sebal. Kakak atau lebih tepatnya teman tapi mesranya itu pastilah dia bangun kesiangan. Katanya kemarin akan mengantar dia ke sekolah taunya hanya janji palsu saja.
"Yaudah Selena berangkat sekarang, Mom. Diantar Momy tapi yaaa."
Gea-Momy nya Selena mengusap rambut anaknya lembut. "Ambil tas kamu, Momy antar. Ayuk."
Dengan berat hati. Selena pergi berangkat ke sekolah bersama Momy nya. Dia akan buat protes pada orang yang membuat janji dengannya nanti.
Padahal badan sudah cantik dan sewangi ini akhirnya yang ingin Selena tunjukan pada orang yang pertama melihatnya malah mengingkari janji.
VOCÊ ESTÁ LENDO
Couple Erotis
RomanceMega Mahardika lelaki pemain terbaik di antara semua temannya. Paham maksudnya pemain, kan? Yah, dia si pemain wanita paling baik. Tanda kutip baik di sini maksudnya terlalu bejat untuk sekedar mengungkapkan fakta yang sebenarnya. Meskipun Mahardik...
