Kalgukjju Mode

354 18 1
                                        

Halo reading sekalian

Happy reading.......




Pagi yang Sama

Suara knalpot motor Carmen selalu jadi alarm nggak resmi buat seisi parkiran kampus. Bukan karena dia sengaja bikin berisik, tapi karena motor bebek modif hitam glossy itu satu-satunya yang berani nerobos lewat jalur pejalan kaki tiap jam tujuh lewat sepuluh. Motor nya terlihat bebeda dari beberapa jejeran kendaraan lain.

Besar

Megah

Elegan

Sesampainya di area parkir kampus, Carmen turun, lepas helm, rambutnya yang dipotong pendek berantakan sedikit kena angin. Nggak ada yang dia pedulikan soal itu. Ransel disampirkan sebelah bahu, jaket kulit yang udah pudar warnanya, jalan dengan langkah yang nggak buru-buru tapi juga nggak ada yang berani nyapa duluan.

Kecuali satu orang.

"Kau telat sepuluh menit dari biasanya," kata Juun, berdiri di dekat tiang parkir, tangan di saku jaket almamater kebesarannya.

"Macet." Jawaban Carmen singkat, khas dia. Dua kata udah cukup.

Juun cuma mengangguk, lalu jalan pelan mengimbangi langkah Carmen, seperti sudah biasa mereka lakukan sejak entah sejak kapan. Rasanya dari dulu memang begini. Sepi tapi nyambung.

Langkah mahasiswa menjadi suara latar belakang mereka, di area gerbang sahut-sahut obrolan terdengar samar, angin yang terus berhembus pelan.

Yang Carmen nggak sadar, langkah Juun sedikit lebih lambat hari ini. Matanya sempat melirik ke arah gerbang, ke sosok Jiwoo yang lagi berdiri di sana bareng dua orang lain Yuha dan Stella ketiganya seolah nunggu satu hal yang sama.

Nunggu Carmen lewat.

"Ada apa sih di gerbang," Carmen gumam, lebih ke diri sendiri daripada nanya Juun.

Juun diam sebentar. Terlalu lama untuk ukuran jawaban simpel.

"Nggak tahu," katanya akhirnya. "Mungkin nunggu kelas."

Tapi nada suaranya nggak semulus biasanya. Dan Carmen, walau nggak peka soal perasaan, cukup tajam buat nangkep kalau ada yang beda dari sahabatnya sendiri.

Dia cuma belum tahu sedalam apa itu.

---

Jiwoo yang pertama gerak begitu Carmen masuk gerbang. Senyumnya lebar, terlalu percaya diri buat basa-basi pagi.

"Carmen! Kebetulan banget," katanya, padahal jelas bukan kebetulan dia sudah di situ sejak sepuluh menit lalu.

Carmen cuma melirik, jalan terus. "Pagi."

Di belakang, Yuha memperhatikan dari jarak agak jauh, nggak seagresif Jiwoo tapi matanya nggak lepas dari punggung Carmen. Sementara Stella malah nggak kelihatan buru-buru sama sekali dia justru mengamati Juun.

Seolah dia tahu sesuatu yang orang lain belum sadar.

Juun merasakan tatapan itu, dan untuk sepersekian detik, langkahnya nyaris berhenti.

_______

Kelas siang itu ganjil. Bukan karena materinya, tapi karena Carmen ngerasa diperhatiin dari tiga penjuru ruangan sekaligus.

Jiwoo duduk dua bangku di depan, sesekali nengok ke belakang sambil pura-pura nanya soal catatan. Yuha di sisi jendela, nggak banyak omong, tapi tiap kali Carmen ngelirik ke arah sana, matanya udah lebih dulu di situ. Dan Stella duduk paling belakang, deket pintu, kayak sengaja milih posisi buat ngawasin semua orang di ruangan, termasuk Juun yang duduk di samping Carmen seperti biasa.

ONESHOOT KALGUKJJUHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora