İçerik Kurallarımızı güncelledik.
Hikâyeleri güvenli bir şekilde paylaşmaya devam etmek için en güncel kuralları inceleyin.

Ketika Dunia Belum Bernama

13 1 3
                                        

Sebelum waktu memiliki awal, sebelum ruang memiliki batas, dan sebelum kehidupan mengenal arti keberadaan, hanya ada kehampaan tanpa nama.

Tidak ada langit.
Tidak ada bumi.
Tidak ada cahaya.
Tidak ada kegelapan.

Hanya kesunyian yang tidak dapat dipahami oleh makhluk mana pun.
Namun di luar segala sesuatu yang bisa dipikirkan, terdapat sebuah keberadaan yang melampaui hukum alam, melampaui ruang dan waktu, bahkan melampaui konsep penciptaan itu sendiri.
Ia bukan manusia.

Ia bukan dewa.

Ia bukan makhluk hidup seperti yang dikenal dunia.

Ia adalah Entitas Pertama, asal mula dari segala keberadaan.

Tidak ada yang mengetahui namanya, karena nama hanya berlaku bagi sesuatu yang memiliki batas.

Sedangkan Entitas Pertama tidak memiliki batas.

Dalam kesendiriannya yang abadi, Entitas Pertama menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.

Sebuah kemungkinan.
Dari kehendaknya, muncul sebuah energi yang menjadi awal dari segalanya.

Namun energi itu terbagi menjadi dua kekuatan yang berlawanan.

Kelahiran Cahaya
Dari sisi pertama lahirlah sebuah kekuatan murni bernama Cahaya Genesis.
Cahaya membawa kehidupan, harapan, dan keteraturan.

Dari pancarannya, mulai terbentuk bintang-bintang pertama. Lautan muncul. Tanah mulai memiliki bentuk. Energi kehidupan mulai mengalir.

Cahaya ingin menciptakan dunia yang penuh kedamaian, tempat semua keberadaan dapat tumbuh tanpa rasa takut.

Namun dari sisi lainnya...
Kelahiran Kegelapan
Muncul kekuatan kedua bernama Kegelapan Abyss.

Kegelapan bukan sekadar kehancuran.
Ia adalah kebalikan dari cahaya.
Jika cahaya menciptakan, kegelapan menghapus.

Jika cahaya memberi kehidupan, kegelapan memberi akhir.

Kegelapan membawa kebebasan tanpa aturan, kekuatan tanpa batas, dan keinginan untuk mengubah dunia sesuai kehendaknya.

Ia percaya bahwa dunia yang sempurna tidak boleh memiliki aturan dari cahaya.
Perang Pertama Genesis
Ketika kedua kekuatan itu bertemu, mereka menyadari bahwa tujuan mereka tidak dapat berjalan bersama.
Cahaya ingin menciptakan dunia yang teratur.

Kegelapan ingin menciptakan dunia yang bebas dari segala batas.
Maka terjadilah perang pertama.
Perang yang tidak menggunakan pedang ataupun pasukan.

Perang yang mengguncang dasar keberadaan.

Setiap benturan Cahaya dan Kegelapan menciptakan sesuatu yang baru.
Ledakan energi menciptakan galaksi.
Benturan kekuatan menciptakan dunia-dunia.

Pecahan energi mereka membentuk benua, lautan, dan tempat yang suatu hari akan disebut Genesis.

Namun perang itu tidak memiliki akhir.
Selama Cahaya berdiri, Kegelapan akan muncul.

Selama Kegelapan ada, Cahaya akan bangkit.

Keputusan Sang Entitas Pertama
Melihat kedua kekuatan ciptaannya terus bertarung, Entitas Pertama akhirnya turun tangan.

Ia tidak menghancurkan Cahaya.
Ia tidak menghapus Kegelapan.
Karena keduanya adalah bagian dari keseimbangan dunia.

Sebagai gantinya, ia menciptakan sebuah tempat di antara keduanya.

Sebuah dunia tempat kedua kekuatan dapat bertemu.
Dunia itu diberi nama:

GENESIS

Tanah pertama.
Tempat kehidupan akan lahir.
Tempat kerajaan akan berdiri.
Tempat para pahlawan dan penjahat akan menentukan masa depan.
Namun sebelum meninggalkan ciptaannya, Entitas Pertama memberikan satu pesan:

"Tidak ada cahaya tanpa bayangan. Tidak ada akhir tanpa awal. Keseimbangan adalah takdir dunia ini."

Lalu Entitas Pertama menghilang dari sejarah.
Dan dari dunia yang baru tercipta...
Dimulailah perjalanan panjang peradaban.
Inilah awal mula Land of Genesis.

Land Of Genesis: Who is the Creator?Bağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin