"papa sebenarnya ayah kerja apa? Kenapa dengan hanya memetik gitar kita bisa memiliki kekayaan ini?"
"Penyanyi jalanan."
*
*
*
Seseorang bangun sambil menggeliat kecil di atas ranjangnya, dia membuka mata perlahan dan terkejut, karena matahari hampir mencapai atas kepalanya.
"Sial. Aku kesiangan!" Teriaknya heboh.
Tanpa mandi dia segera mencuci muka lalu menyikat giginya, memakai kemeja putih dengan poni terurai ke depan.
Berlari secepat kilat menuju mobilnya, meski begitu dia masih tetap ingat membawa ponsel dan barangnya.
Suara ponsel terus berdering, orang itu tak menghiraukannya. Dia hanya diam menatap dengan laju mobil yang cepat.
Brak! Suara pintu terbuka cukup kencang.
"Dimana dia?"
"Dimana Jung Hoseok?!" Teriaknya sambil melepaskan dasi.
"Dia sedang di jalan master."
"Brengsek. Hanya ku suruh satu saja dia tidak becus, asisten macam apa dia?!" Keluhnya sambil duduk.
Orang bernama Hoseok itu datang dengan nafas terengah-engah, penampilannya kacau sekali karena dia berlari.
"Pergi." Ucapnya pada orang satu lagi.
Pintu besar itu tertutup dan di kunci rapat-rapat, Hoseok yang sedang menetralisir kan nafasnya menatap bosnya takut.
"Maafkan saya master, saya terlambat dan..."
Plak! Satu tamparan keras mengenai pipi Hoseok hingga ujung bibirnya berdarah.
"Sudah berapa lama kau bekerja denganku?"
Hoseok yang menahan sakit memegang pipinya lalu menunduk takut.
"Satu tahun master."
"Lalu kenapa? Aku hanya memberimu satu pekerjaan, cukup menjual barang itu saja. Kenapa tidak becus? Tatap aku Jung Hoseok." Masternya menarik dagu Hoseok agar menatap dirinya.
Wajah cantik yang terluka karena tamparan itu menatap mata bosnya, rasa takut datang karena dia memang bersalah.
"Master saya...."
"Tidak ada yang menyuruhmu untuk bicara. Apa kau ingin membuat ku rugi? Atau kau sudah bosan hidup? Ah.. sepertinya kau memang sudah siap untuk ke neraka hari ini."
"Tidak master, maafkan saya." Hoseok semakin ketakutan.
"Aku memang tidak bisa percaya pada siapapun, tapi ini tugas mudah untukmu. Kau hanya perlu mengantar ganja itu, lalu ambil uangnya."
Hoseok diam, dia tidak bisa mengatakan apapun. Lidahnya kelu Hoseok sangat salah, dia pantas mendapat hukuman.
"Kau memang harus ku hukum." Masternya mendorong Hoseok ke lantai.
Kemeja hitam yang tadinya menutup tangan putih itu, kini dia gulung dan bersiap untuk menghukum Hoseok.
"Buka celana mu." Perintahnya.
"Kau taukan harus apa?" Sang master menatap Hoseok.
Mau tak mau dirinya menuruti kemauan sang bos, air matanya hampir keluar karena tubuh yang gemetar ketakutan.
Celana bahan itu kini terlepas dari kaki Hoseok, terlihat celana hitam pendek yang ketat menutup pantatnya.
"Apa kau tuli? Aku bilang buka."
YOU ARE READING
My Rich man (END)
Romancetidak dalam kondisi bagus untuk membuat deskripsi, intinya.. hoseok punya suami yg notabene old money, dan itu semua adalah hasil dari gedung kasino serta penjualan obat terlarang. "aku pikir selama ini ayah menjadi seorang anggota band." "memang ke...
