Seluruh karyawan JK Group mengetahui satu kenyataan. CEO mereka, Jeon Jungkook, adalah sosok yang hampir tidak pernah mengenal kegagalan.
Proyek bernilai miliaran won berhasil ia selesaikan.
Akuisisi perusahaan berjalan tanpa hambatan.
Bahkan negosiasi dengan para investor yang terkenal paling keras sekalipun selalu berakhir sesuai keinginannya.
Namun, semua kemampuan itu mendadak tidak berarti ketika berhadapan dengan seorang pemilik toko roti bernama Park Jimin.
"...Masih sama, Pak."
Asisten Kim menyerahkan sebuah laporan sambil menundukkan kepala.
Jungkook mengangkat pandangannya.
"Bagaimana maksudmu?"
Asisten Kim menarik napas pelan.
"Menurut Tuan Park, beliau lebih memilih makan mi instan tanpa bumbu daripada melihat Bapak datang setiap pagi hanya untuk membeli roti sambil menatap beliau tanpa berkedip." Ruangan rapat seketika dipenuhi keheningan.
Para direktur memilih berpura-pura sibuk menatap layar laptop masing-masing, meskipun dalam hati mereka memiliki pikiran yang sama.
CEO mereka baru saja mengalami penolakan paling menyakitkan sepanjang kariernya.
_______
Di tempat yang berbeda, Park Jimin menikmati sore bersama sahabatnya, Kim Taehyung, di warung tteokbokki langganan mereka. Taehyung hanya perlu melihat raut wajah Jimin untuk mengetahui siapa yang sedang memenuhi pikirannya.
"Masih membuatmu kesal?" Taeyung bertanya sambil menyeruput minumannya.
Jimin mengangguk pelan."Pria itu benar-benar aneh."
Taehyung terkekeh."Padahal wajahnya lumayan."
"Ganteng bukan berarti harus diterima."
Jimin menghela napas panjang sebelum melanjutkan.
"Aku bahkan belum tahu namanya. Yang kulihat setiap pagi hanya seorang pria yang membeli roti, lalu berdiri memandangiku seolah lupa cara berkedip."
Mendengar penjelasan itu, Taehyung akhirnya memilih menyerah. Baginya, hanya pria itu yang mampu membuat Park Jimin mengeluh sepanjang sore..
_______
Sementara itu, di ruang kerja lantai paling atas JK Group, Jungkook justru semakin serius. Ia membuka sebuah berkas yang telah disiapkan Asisten Kim.
"Laporan mengenai Park Jimin."
Map tebal itu berisi hasil pengamatan selama beberapa minggu terakhir. Halaman demi halaman dibuka satu per satu.
☕Menyukai kopi.
🌧️Menyukai hujan.
🐈Menyukai kucing.
Dan...
Tidak menyukai orang yang sombong.
Jungkook menatap daftar itu cukup lama.
"Aku seorang CEO."
Asisten Kim mengangguk pelan.
"Iya, Pak."
"Kalau begitu..." Jungkook mengembuskan napas. "...besar kemungkinan aku langsung masuk dalam daftar orang yang tidak ia sukai."
Asisten Kim hanya mampu mengangguk lagi. Dan Untuk pertama kalinya, ia tidak memiliki jawaban yang dapat menghibur atasannya.
Setelah beberapa saat berpikir, Jungkook kembali bersuara.
"Bagaimana kalau aku berpura-pura menjadi orang biasa?"
Asisten Kim hampir tersedak.
"Pak... wajah Bapak muncul di berita bisnis hampir setiap hari."
Jungkook kembali mengembuskan napas."Benar juga.akan aku fikirkan lagi bagaimana caranya"
_______
Keesokan harinya, sebelum berangkat ke kantor, Jungkook singgah di sebuah toko bunga.Ia berharap dapat menemukan hadiah yang sederhana, tetapi memiliki makna.
Sayangnya, harapan itu tidak semudah yang dibayangkan.Setiap bunga yang ditawarkan selalu ia tolak.
Mawar dianggap terlalu berlebihan.
Lili terasa terlalu formal.
Tulip dinilai terlalu mahal.
Penjual bunga akhirnya memandangnya dengan wajah kebingungan.
"Lalu bunga seperti apa yang Tuan cari?"
Jungkook berpikir cukup lama sebelum menjawab dengan sungguh-sungguh.
"Sesuatu yang bisa mengatakan bahwa aku serius... tetapi juga memohon agar tidak ditolak lagi."
Penjual itu terdiam beberapa saat.
Kemudian ia tersenyum pasrah.
"Maaf, Tuan. Saya menjual bunga, bukan keajaiban."
_____
Sore harinya, Park Jimin baru saja kembali ke apartemennya.
Begitu membuka pintu, pandangannya langsung tertuju pada sebuah pot kecil berisi tanaman kaktus yang diletakkan dengan rapi di depan pintu.Di sela-sela pot tersebut terselip sebuah kartu kecil.
Katanya cinta membutuhkan kesabaran. Jadi aku memulainya dari tanaman yang paling tahan ditolak.- JK
Jimin memandangi tulisan itu cukup lama.Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.
"Benar-benar orang yang merepotkan."
Meski demikian, ia tetap membawa pot kecil itu masuk ke dalam apartemen.
Pria itu memang sedikit menyebalkan.
Namun, harus diakui, caranya menarik perhatian cukup berhasil membuat Jimin tersenyum.
Di seberang jalan, sebuah mobil hitam masih terparkir sejak beberapa menit yang lalu.Dari balik kaca jendela, Jungkook mengamati pintu apartemen melalui teropong kecil di tangannya.
Begitu melihat Jimin membawa kaktus itu ke dalam,Jungkook menarik sudut bibirnya. wajahnya berbinar dan berkata
"Dia membawanya masuk."
Asisten Kim ikut tersenyum lega.
"Selamat, Pak. Operasi Kaktus dinyatakan berhasil."
Jungkook mengepalkan tangan dengan penuh semangat, seolah baru saja memenangkan sebuah proyek besar.
Di sampingnya, Asisten Kim hanya bisa menggeleng pelan.
Di kantor, Jeon Jungkook dikenal sebagai CEO paling dingin dan paling disegani. Namun, di hadapan Park Jimin.
Ia berubah menjadi pria yang rela merayakan keberhasilan hanya karena sebuah pot kaktus tidak berakhir di tempat sampah...
Maaf masih belajar .. update pas gabut saja
KAMU SEDANG MEMBACA
CEO DAN SI KERAS KEPALA
RomanceCerita tentang CEO jeon yang berusaha mengejar park Jimin si pemilik toko kue yang keras kepala .. akankah Jungkook berhasil mendapatkan hati seorang park Jimin ..
