~ Enjoy it guys~
Kejadian itu masih terasa segar meskipun waktu sudah berjalan dua tahun lamanya. Saat itu, laki-laki berumur 15 tahun dengan rambut coklat gelap tertunduk lesu setelah dokter membacakan hasil diagnosis di kertas bersampul map putih.
"Pasien atas nama Elian Issac dinyatakan positif terkena penyakit autoimun kronis yang disebut Lupus Eritematosus Sistematik." Dokter Mario berucap dengan sekali tarikan napas. Kedua netranya melihat satu persatu anggota keluarga pasien.
Tommy selaku kepala keluarga ditemani Erin sang istri, Gabriel Liam si anak sulung, dan terakhir Jericho Nilan. Keempat orang itu serempak menatap Dokter Mario dengan tatapan menuntut penjelasan.
"Dari serangkaian pemeriksaan yang dilakukan selama beberapa hari terakhir seperti: riwayat gejala, pemeriksaan kulit, sendi, jantung, paru-paru, serta organ lainnya. Lalu, hasil laboratorium melalui tes darah yang kemarin baru saja dilakukan menunjukkan bahwa tes darah ANA atau Antinuclear Antibody milik pasien Elian Issac menunjukkan hasil yang positif." Ucap Dokter Mario.
"Saya mengerti bahwa pihak keluarga cukup terkejut dengan hasil yang baru saja saya jelaskan. Adapun penyakit ini dapat berlangsung dalam pola flare (gejala memburuk) dan remisi (gejala mereda) sehingga dibutuhkan pemantauan jangka panjang yang harus sering dilakukan."
"Lalu bagaimana penanganannya dan kenapa baru sekarang penyakit ini bisa terdeteksi padahal sejak lahir kondisi Elian baik-baik saja." Gabriel angkat bicara.
Dokter Mario mengalihkan pandangannya ke Gabriel.
"Umumnya penyakit Lupus Eritematosus sering terjadi di umur 15-45 tahun dengan berbagai gejala yang sudah sering muncul sebelumnya. Sebenarnya penyakit ini banyak menyerang perempuan daripada laki-laki dengan perbandingan 9:1, tetapi tidak dapat dipungkiri jika laki-laki juga dapat terkena penyakit ini meskipun memiliki skala yang kecil."
"Perihal penanganan, kami sebagai tim medis menyarankan untuk melakukan tindakan lanjut seperti terapi hidroksiklorokuin yang harus dilakukan secara rutin, kortikosteroid untuk mengendalikan peradangan seperti kulit, sendi, ginjal, paru-paru, jantung dan pembuluh darah terutama saat kondisi flare (gejala memburuk atau mereda), obat imunosupresan atau terapi biologis, serta perlindungan terhadap sinar matahari seperti olahraga ringan, istirahat cukup, dan pemantauan rutin untuk mendeteksi komplikasi dan efek samping terhadap obat." Jelas Dokter Mario.
"Lalu apa kemungkinan terburuk dari penyakitnya?" Giliran Jericho angkat bicara.
"Kabar buruk dari penyakit ini yaitu belum ada obat yang dapat menyembuhkan secara permanen, meskipun pasien dapat menjalani aktivitas sehari-hari tetapi risiko komplikasi tetap dapat terjadi terutama pada bagian ginjal dan sistem saraf sehingga diperlukan penanganan jangka panjang sebagai perawatan dan penanganan rutin."
"Oke, penjelasan sudah cukup. Terima kasih." Kata Tommy lalu Dokter Mario beserta satu perawat pamit keluar dari ruangan.
"Kau dengar apa yang tadi dikatakan Dokter Mario kan?" Tanya Tommy melangkah mendekati anak bungsunya.
"Ya, aku dengar semuanya." Jawab Elian.
"Setelah ini kau akan homeschooling dan berhenti dari sekolah umum. Tidak ada basket, sepak bola, ataupun tenis. Seluruh kegiatan harus berada di dalam ruangan atau malam hari. Tidak ada aktivitas padat yang melelahkan dan berkontak langsung dengan matahari." Kata Tommy berucap final.
Kedua mata Elian membulat tidak terima.
"Mana bisa begitu? Papa tidak bisa mengambil keputusan sepihak seperti ini." Elian menentang keras keputusan papanya.
"Keputusan papa sudah final, El. Kau atau bahkan siapapun tidak ada yang bisa menggungat."
"Tapi aku juga punya hak untuk menolak." Elian dengan keras berucap tidak terima.
YOU ARE READING
ELIAN ISSAC
General FictionKebebasan hidup Elian Issac berhenti di dua tahun lalu sejak hasil diagnosis dokter yang terucap seperti vonis mati baginya. "Pasien atas nama Elian Issac dinyatakan positif terkena penyakit autoimun kronis yang disebut Lupus Eritematosus Sistemati...
