Pernah saling punya hati, lalu terpisah jarak tanpa kata benci. Tahun berganti, Alya Anindya Zafira yang kerap dipanggil Alya sedang berkuliah di Malang, Muhammad Rizky Dirgantara yang menjadi prajurit di Tanah Rencong. Takdir mempertemukan mereka l...
Kita pernah berjanji untuk tetap saling punya hati, meski jarak memisah raga. Lalu waktu mengajarkan, cinta tak selalu soal berpegangan tangan setiap saat kadang ia hanya perlu menunggu, sampai kita berdua tumbuh menjadi orang yang pantas untuk dipertahankan. Dari layar Telegram yang dingin, sampai debu jalanan Aceh yang hangat. Dari rindu yang hanya bisa dikirim lewat pesan suara, sampai pertemuan yang tak pernah terpikirkan oleh siapa pun. Aku Alya. Dan kamu Iky. Kisah kita tak berakhir saat kita berpisah dulu. Ia baru saja dimulai, saat takdir akhirnya memutuskan untuk menyatukan kembali jejak yang sempat terpisah.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Alya Anindya Zafira (Alya) adalah mahasiswi semester 3 Pendidikan Fisika di Universitas Negeri Malang. Di kampus ia sibuk menghafal rumus dan hukum alam, tapi hatinya lebih suka melayang di dunia imajinasi. Ia gemar menulis, membaca, dan merangkai kisah fiksi—sayangnya hampir semua naskahnya berhenti di bab awal, tersimpan rapi tanpa pernah diselesaikan. Sederhana, tenang, dan sering membiarkan kata-kata menyimpan apa yang tak sempat ia ucapkan.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Muhammad Rizky Dirgantara kerap dipanggil Iky adalah seorang Prajurit TNI Angkatan Darat yang selalu tampak tegap dalam seragam, tapi senyumnya tak pernah lepas menyapa siapa saja. Ramah pada warga, sopan pada senior, dan tak pernah sungkan bercanda atau sedikit mengusil teman-temannya. Di balik disiplin yang tegas, ia punya hati hangat yang selalu siap menolong—senyumnya jadi tanda kalau beban sesulit apa pun, pasti bisa dihadapi dengan santai.