Note:
- no voldy
-friends to lovers
-mini-fic
-semua darah penyihir setara
"Kutatap wajah indahmu dibawah cahaya rembulan dan itu terbelah menjadi cinta dan rahasia"
Hermione Granger tumbuh bersama Draco Malfoy, keduanya menjadi semakin tak terpisahkan ketika kedua keluarga tersebut menjalin aliansi bisnis. Sebagai keluarga ahli ramuan, dan keluarga yang berprofesi penyembuh serta pemilik rumah sakit terkenal di dunia sihir Inggris, keluarga Granger menjalin aliansi dengan keluarga Malfoy yang memiliki akses pendistribusian ramuan-ramuan ke seluruh benua Eropa. Aliansi bisnis tersebut sudah terjalin sejak lama, sehingga ketika mencapai generasi pada ayah Hermione, masyarakat sihir mulai menduga-duga aliansi bisnis akan mencapai aliansi pernikahan pada kedua keluarga itu.
Sejak kecil memang mereka berdua sering dipertemukan, bermain bersama pewaris Malfoy di Malfoy Manor, ketika Helena Granger berkunjung memenuhi undangan minum teh Narcissa Malfoy. Kedua keluarga tersebut pun tidak pernah keberatan akan ide itu. Namun, siapa yang tahu ketika mereka tumbuh semakin besar, akan kah persahabatan kecil mereka, menjadi kisah cinta yang nyata.
Hermione dan Draco berada di tahun kelima sekarang. Draco tadinya bersikeras meminta pada Lucius dan Narcissa untuk dipindahkan ke asrama Gryffindor agar tetap dekat dengan Hermione. Namun, gadis itu mengingatkan bahwa mereka ditahun yang sama, dan masih bisa menghabiskan waktu bersama walaupun mereka berpisah asrama. Dan akhirnya Draco menurut, mendengar ucapan Hermione.
Tahun-tahun masa sekolah awal mereka berlalu. Hermione selalu berada di peringkat pertama dan Draco setelahnya. Kecerdasan mereka terkenal di seluruh angkatannya. Ketika tidak ada kelas mereka akan menghabiskan waktu belajar di perpustakaan atau di tepi Danau Hitam. Hermione akan dengan senang hati menunggu Draco selesai berlatih Quidditch, sambil membaca bukunya. Banyak yang mengira mereka berkencan. Namun, Draco akan segera menepis hal itu dan berkata
"Aku tidak mungkin mengencani temanku sendiri,"
Dan ucapan itu berlalu begitu saja, seperti angin yang menyapa lalu menghilang begitu saja.
Kini mereka sudah semakin tumbuh besar. Mereka berada di tahun terakhir saat ini, yang artinya mereka sebentar lagi akan lulus. Hermione sendiri sudah menyiapkan dirinya sebagai seorang penyembuh seperti anggota keluarga Granger lainnya. Hermione tidak terlalu cakap dalam ramuan. Namun, dia pandai dalam sihir penyembuhan. Kini, dia sedang duduk di meja mereka. Di sudut perpustakaan yang sepi, memfokuskan setiap baris kata, tentang sihir penyembuhan.
Draco tidak bergabung dengannya, beberapa minggu terakhir ini, pria itu teralihkan pada seorang gadis cantik satu asramanya dan dua tahun lebih muda dari mereka. Draco secara gamblang selalu membicarakan gadis itu, dia cantik, baik, dan terpintar dikelasnya dan bla bla bla. Banyak sekali yang Draco sebutkan hingga dia tidak tahu harus merespon seperti apa, Hermione hanya merasakan rasa pahit dimulutnya, dan mengganjal ditenggorokannya. Dadanya terasa sesak pada penjelasan tersebut. Jelas, si bodoh pirang itu tidak mengerti apapun tentang perasaannya.
Sudut matanya menangkap bayangan, dan semakin dekat dia tahu siapa yang mendekat.
"Rupanya kau disini," suara berat yang khas menginterupsinya.
"Kau tahu aku selalu berada disini," katanya sedikit ketus, tanpa mengalihkan perhatiannya dari buku.
Draco menarik kursi di sampingnya. Dan duduk menghadap Hermione sepenuhnya.
"Kau tahu, aku dan Astoria ... "
Hermione menggertakkan giginya ugh, ini lagi Hermione mengeluh dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
D+H ONE-SHOOT & MINI-FIC
Fiksi Penggemarkumpulan cerita dari couple favorite kita semua.. Cover art by : impreriness
