We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Superficial Love

17 6 0
                                        


"Kau gugup?"

Sebuah suara yang tak asing mengejutkannya. Ia terlihat berdiri di bibir pintu. Ada setelan jas yang rapi di kenakannya hari ini. Aroma parfum yang selalu di sukainya menyeruak masuk di indera penciumannya. Rambutnya di tata rapi. Sepatu hitam mengkilap menggiring masuk bersamanya. Mentup pintu dan tatapan lurusnya menatap dalam padanya.

"Aku senang hari ini akan datang."

Mungkin baginya ini hari yang membahagiakan. Tapi untuknya ini tidak seperti itu. Detak jantungnya sejak tadi sudah berpacu begitu cepat. Peluh dan dilanda kegugupan yang tiada henti mengusai dirinya. "Sohyunie." Kepalanya dipertemukan di pelipis Sohyun. Ada perbedaan tinggi badan diantara mereka. Sohyun memiliki tubuh ringkih. Kulit halus serta lembut. Serta senyum yang manis seperti gula baginya.

"Taehyung-ah." Namanya dipanggil. Suara Sohyun sedikit gemetar. Masihkan ia takut untuk menunjukkan hubungan mereka pada publik? Taehyung menangkup wajah Sohyun. Mengelus pipi itu dengan ibu jarinya. Kepala mereka masih menyatu. Membuat keduanya berada di satu waktu yang intim. Taehyung bisa menatap dengan jelas binar mata Sohyun menaruh takut. Sesekali Sohyun menghindari tatapan itu. Hanya untuk lari dari kenyataan bahwa Sohyun segugup itu untuk menggumbar hubungan keduanya pada publik.

Sohyun takut. Taehyung akan mendapatkan penurunan drastis penggemarnya hanya karena mengumbar kebenaran hubungan keduanya yang sudah terjalin tiga tahun yang lalu sampai saat ini. "Aku telah matang dengan pilihanku ini." Kepala Taehyung mengusak pada pelipis Sohyun. Senyumnya merekah lebar untuk Sohyunnya. Separuh hatinya. "Kita akan berjalan beriringan menuju masa depan kita Sohyun-ah."

Sohyun menatap Taehyung. "Aku takut. Ragu. Cemas dan.." Ucapan Sohyun menganggtung. "Kau dibenci publik."

Taehyung terkekeh pelan mendengarnya. "Sudah sepantasnya aku memiliki bahagiaku. Dan kau.." Taehyung mendaratkan kecupan di pelipis Sohyun singkat. Keduanya kembali bersitatap. " adalah bahagiaku."

Ada semu merah yang hadir di wajah Sohyun. Taehyung gemas. Dicubitlah pipi gembil itu pelan. Sohyun menunduk malu karenanya. Tangannya Taehyung menggenggam tangan Sohyun erat. Seakan akan Sohyun bisa saja hilang dan meninggalkannya andai pegangan tangan Taehyung pada Sohyun kendur. Taehyung tak ingin kehilangan Sohyun untuk kedua kalinya. Taehyung memantapkan hatinya kini. Ia siap melepaskan semuanya demi hidup bersama Sohyun hingga nanti.

Membuka lembaran dan cerita baru untuk diukir indah dalam perjalanan buku hidupnya. Akan ada cahaya di tempat tergelap sekalipun.






end–

Butterfly [ kth x ksh ]Stories to obsess over. Discover now