HARUS PILIH SIAPA BAB 1

7 3 0
                                        

Di pagi hari yang cerah Davina sedang duduk sendiri di kursi taman sambil merenung memikirkan perkataan Mamanya kemarin, dan itu membuat kepala Davina terasa pusing tujuh keliling.

"Astaga, mumet banget sih gue!" kesal Davina.

Drigan dan Valen pun datang barengan lalu mereka berdua pun menghampiri Davina yang sedang merenung sendirian di taman.

"Davina, kamu lagi apa ko sendirian sih?" tanya Drigan.

"Iya nih Kak, aku lagi mumet!" ketus Davina melirik sekilas wajah Drigan.

"Len, ke kelas yuk!" ajak Davina menarik tangan Valen ke kelas.

"Ihhhhh, ko malah pergi sih mana dia ngajak si Valen lagi, sebel deh!" kesal Drigan pergi juga ke kelasnya.

Kini istirahat pun telah tiba semua murid berhamburan dari ruangan kelas masing-masing ada yang pergi ke kantin, tolet, perpustakaan.

Davina dan Ketiga sahabatnya pun buru-buru memilih tempat duduk kosong di kantin karena takut nggak kebagian.

Ketiga sahabat Davina itu adalah, Clara, Sofia, dan Hanifah.

Drigan dan Valen pun mereka berebut tempat duduk kosong yang berada disamping Davina.

"Minggir Lo, itu tempat duduk gue anjirr!" omel Drigan narik tangan Valen.

"Apaan sih, orang gue duluan yang duduk disini, Kak Drigan!" kesal Valen.

"Idih, yang sampai kesini kan gue duluan, terus lo nyerobot ajah duduk disitu!" jawab Drigan semakin kesal ke Valen.

"Stop... Malah berantem sih, no disana kan masih ada tempat kosong!" bentak Davina menggebrak meja.

"Habisnya tuh temen kamu ngeduluin aku duduk disitu!" sahut Drigan menatap sinis Valen.

"Kaya bocil tau, kursi ajah diperebutin!" ketus Sofia sahabat Davina.

"Yaudah deh gue duduk disana ajah!" jawab Valen ngalah ke Drigan padahal umur Drigan lebih tua darinya.

"Nah gitu ngalah biar nggak ribut berisik tau telinga gue sakit!" ketus Davina menatap sinis Valen dan Drigan.

Valen pun mengalah ia lebih milih duduk bersama teman sekelasnya yang lain.
Meskipun Drigan lebih tua dari Valen tetapi dia tak mau kalah soal percintaan.

Jadi Drigan dan Valen itu sepupuan ya.

"Bolehkan gue duduk disini?" tanya Drigan.

"Boleh ko!" jawab Davina memasang wajah juteknya.

"Bu saya pesen mie ayam, minumnya es teh ajah deh!" ucap Davina.

"Siap, Neng!" sahut Bu Tuti.

"Kalian mau pesen apa?" tanya Davina ke ketiga sahabatnya.

"Samain ajah bier nggak ribet!" jawab mereka kompakan.

"Bu, saya juga samain ajah ya kaya mereka!" sahut Drigan.

"Idih, caper amat sih Kak Drigan!" ketus Valen mendengus kesal.

Tak terasa waktu pun terus berputar bel tanda pulang pun menggema ke seluruh penjuru sekolah, murid-murid berhamburan meninggalkan kelasnya masing-masing.

"Cantik, pulang bareng gue yuk!" ajak Drigan menghampiri Davina.

"Nggak ah thank's aku mau pesen ojol ajah!" tolak Davina.

"Mending pulang bareng gue ajah yuk!" ajak Valen sambil melirik sinis Drigan.

"Apa-apaan sih lo, ikut-ikutan ajah ngajak Davina pulang bareng!" ketus Drigan kesal.

HARUS PILIH SIAPA Stories to obsess over. Discover now