#1

8 3 2
                                        

"Hah? Harganya naik?"

Seorang barista perempuan mengangguk lemas mendengar pertanyaan dari seorang Senior Audit yang bekerja di dalam gedung kantor itu, Hyunjae.

"Kok naik sih?" Tanya Hyunjae lagi, seolah tidak bisa mempercayai ucapan barista perempuan itu.

"Yaaa gimana ya, Kak Hyunjae? Apa-apa tuh sekarang mahal, bahan baku pada naik semua. Tau kan gara-gara apa?" Balas barista itu.

Hyunjae menghela nafas setelah melihat isi dompetnya. Uang pas-pasan yang sudah dia siapkan untuk membayar kopinya pagi ini, tidak cukup.

"Kalo gitu, saya bayar pakai QRIS aja ya?" Ucap Hyunjae lemas. Barista perempuan itu mengangguk mengiyakan dan segera memberikan kode QR-nya.

Dengan tangan yang terasa berat, Hyunjae mengarahkan kamera ponselnya di depan kode QR yang tertera di layar.

"Sudah... makasih" ucap Hyunjae, suaranya masih terdengar lemas dan juga tidak rela.

"Saya siapin dulu ya" ucap baristanya.


-000-


Ruang kantor sedang sangat hening, Hyunjae pun bekerja dengan sangat fokus sambil mendengarkan lagu.

"Hyunjae?"

Dia merasa ada yang memanggil namanya di tengah kesunyian ini. Dia merasa mungkin hanya berhalusinasi, sampai ketika rekan kerja yang duduk di sebelahnya menepuk pelan pundaknya.

"Oh? Kenapa, Siyeon?" Tanya Hyunjae sambil melepas sebelah headset-nya.

"Ituu, kakak dipanggil Pak Sung" bisiknya.

Hyunjae tersentak kaget dan langsung berdiri dari duduknya.

"I—iya, Pak Sung?" Jawabnya dengan suara yang lantang.

Pak Sung nyengir kuda, membuat Hyunjae jadi kebingungan. Belum lagi tatapan rekan-rekan kerjanya seperti mengisyaratkan, "semangat, Hyunjae".


-000-


Pak Sung meletakkan segelas kopi di hadapan Hyunjae. Jujur, Hyunjae bingung sekali karena dia dipanggil ke dalam ruangan atasannya itu. Dia jadi merasa panas dingin, takut bahwa sesuatu hal yang buruk akan terjadi.

"T—terima kasih, Pak. Tapi saya sudah beli kopi tadi" jawab Hyunjae pelan dan mencoba tidak menyinggung.

"Oh iya? Kalo gitu, Bapak siapin air aja ya?"

"Nggak usah, Pak. Saya nggak haus kok" jawab Hyunjae. Pak Sung pun mengangguk ragu.

"Ngomong-ngomong, kenapa Bapak panggil saya kesini?" Tanya Hyunjae langsung, dia tidak bisa menahan perasaan cemas berlebihan ini.

"Ituu... kamu tau kan, PT Sinar Air Murni?"

"Ohhh, perusahaan yang memproduksi produk-produk minuman?" Tanya Hyunjae memastikan. Pak Sung mengangguk cepat.

"Karena perusahaannya kecil tapi transaksinya lumayan banyak, dan juga terletak di kota terpencil yang memakan waktu dua jam perjalanan kesana dari sini, banyak auditor yang menolak untuk bertugas disana" jelas Pak Sung.

Ah, Hyunjae tahu arah pembicaraan ini. Dia juga dengar kalau banyak auditor yang tidak mau mengambil kerjaan disana, karena kota itu sangat terpencil dan durasi auditnya satu bulan penuh bertugas disana.

"Bapak... mau menugaskan saya kesana?" Tembak Hyunjae langsung. Pak Sung menatapnya ragu dan juga tidak enakan.

"Yaahh, kamu kan masih single, keluarga kamu juga nggak tinggal sama kamu, tapi... kalau memang kamu akan ditugaskan disana, kamu mau?" Tanya Pak Sung memastikan.

You Make My Day Beautiful [JuJae]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang