Barangkali, setiap pertemuan memang telah memilih waktunya sendiri.
Bukan ketika kita siap, bukan pula ketika kita sedang mencari. Ia datang begitu saja, menyelip di antara hari-hari yang biasa, lalu mengubah sesuatu yang bahkan belum sempat kita beri nama.
Aku pernah percaya bahwa setiap orang hanya akan menjadi persinggahan. Datang, mengajarkan sesuatu, lalu pergi meninggalkan ruang yang harus kubereskan sendiri. Karena itulah, ketika semesta mempertemukanku denganmu, aku tidak berani berharap terlalu jauh.
Aku memilih menikmati setiap percakapan, setiap tawa, dan setiap jeda yang terasa begitu menenangkan.
Lucu sekali.
Siapa sangka, seseorang yang belum lama kukenal justru mampu membuat malam terasa lebih pendek. Kami berbicara tentang apa saja-tentang langit, masa kecil, mimpi-mimpi yang belum selesai, ketakutan yang diam-diam kami sembunyikan, hingga hal-hal remeh yang entah mengapa terasa penting saat diceritakan kepada orang yang tepat.
Lalu malam menutup matanya.
Kami ikut terlelap, membiarkan panggilan itu tetap menyala, seolah keheningan pun ingin menjadi bagian dari cerita.
Aku tidak tahu apakah buku ini akan menjadi kisah tentang pertemuan, perjalanan, atau perpisahan.
Aku tidak tahu apakah namamu akan tinggal selamanya di halaman terakhir, atau justru berhenti di tengah cerita.
Namun aku tahu satu hal.
Beberapa perasaan terlalu berharga jika hanya disimpan di dalam ingatan.
Maka kutuliskan semuanya di sini.
Bukan untuk mengabadikan seseorang.
Melainkan untuk mengabadikan bagaimana Tuhan, dengan cara-Nya yang sederhana, pernah mempertemukan dua manusia yang asing... lalu memberi mereka kesempatan untuk saling mengenal.
Dan jika suatu hari nanti kisah ini selesai, aku berharap aku bisa menutup buku ini dengan senyum.
Karena pada akhirnya, bukan tentang siapa yang tinggal atau siapa yang pergi.
Melainkan tentang bagaimana sebuah pertemuan pernah mengajarkanku bahwa hati selalu punya cara untuk kembali percaya.
ESTÁS LEYENDO
Frekuensi
RomanceBagaimana jika seseorang yang baru hadir beberapa hari mampu mengubah cara kita memandang sebuah pertemuan? Semuanya bermula dari sebuah pesan sederhana. Tak ada janji, tak ada rencana. Hanya dua orang asing yang perlahan menemukan kenyamanan dalam...
