Jam 2.17 pagi.
Kamar Maulida kayak kapal pecah.
Skripsi 70 halaman terbuka di laptop. Di sebelahnya ada 3 cangkir kopi, 1 bungkus Indomie kosong, dan tumpukan buku referensi yang bahkan dia sendiri nggak baca.
Matanya panda. Otaknya korslet. Dosen pembimbing baru aja chat:
*"Bu Maulida, revisi bab 4 ya. Deadline besok jam 8 pagi."*
Maulida ngeleng di depan laptop. "Besok jam 8??? Pak ini jam 2!!!"
Dia udah 3 hari nggak tidur bener. Organisasi, magang, konten TikTok edukasi, admin grup angkatan 300 orang.
Hidupnya isinya deadline doang.
Akhirnya dia nyerah. Ambil jaket, kunci motor.
"Aku butuh udara," gumamnya.
Tujuan: Pantai Pangandaran. 3 jam dari Bandung. Gila? Iya. Tapi otak dia udah nggak waras.
Jam 5 pagi dia sampe. Pantainya sepi. Cuma ada ombak sama 2 orang nelayan.
Maulida duduk di pasir. Nangis.
"Aku capek..." isaknya. "Aku capek jadi manusia. Capek mikir. Capek dikejar deadline. Capek pura-pura kuat."
Terus dia liat ke laut. Keceplosan.
"YA ALLAH!! JADIKAN AKU DUGONG AJA!! BIAR MAKAN TIDUR DOANG! GAK ADA SKRIPSI! GAK ADA SIDANG!"
Gema suaranya mantul. Nelayan pada nengok.
Maulida langsung nutup mulut. "Astagfirullah... maaf Ya Allah bercanda."
Dia pulang. Tidur pingsan di motor.
*JRENG. JAM 7 PAGI.*
Alarm bunyi. "Deadline Skripsi 1 Jam Lagi!!!"
Maulida kebangun. Refleks mau turun dari kasur.
BRAK.
"Aduh!!"
Kakinya... eh kakinya nggak ada. Yang ada... EKOR.
Ekor abu-abu, gede, bersisik, dengan sirip di ujungnya. Panjangnya 1 meter.
Maulida melotot. "HAH???"
Dia merangkak ke kamar mandi. Ngaca.
Dan di cermin berdiri... sesosok cewek. Rambut masih acak-acakan, pake kaos oblong "Tim Begadang".
Tapi dari pinggang ke bawah: DUGONG. Pipi tembem, ada kumis 3 helai, perut buncit.
"AAKKK!!!!" teriaknya.
Ibunya di luar langsung gedor pintu. "MAULIDA KENAPA?? KESURUPAN??"
"BU JANGAN MASUK!!" Maulida panik. Dia coba nutupin ekor pake handuk. Nggak muat.
Ibunya maksa masuk. Liat pemandangan: anaknya setengah manusia setengah dugong lagi jongkok di kamar mandi sambil nangis.
Hening 5 detik.
"Ya Allah... anakku cosplay apa..." kata Ibu pelan.
"BU BUKAN COSPLAY!! AKU BENERAN JADI DUGONG!!"
Ibu ngedeketin, nyolek ekornya. "Dingin. Kok bisa?"
"Aku nggak tau Bu! Tadi malem aku doa aneh di pantai!"
Ibu langsung sujud syukur. "Alhamdulillah... anakku akhirnya kurus. Pipinya nggak tembem lagi. Eh ini malah tambah tembem."
"BU INI BUKAN MASALAH KURUS!!"
Jam 7.30. Notif grup WA angkatan bunyi nonstop.
*Admin: "Yang belum kumpul file wisuda segera!! 30 menit lagi ditutup!!"*
Maulida adminnya.
YOU ARE READING
Berubahnya Maulida jadi DUGONG
FantasyMaulida anak paling "sok sibuk". Skripsi, organisasi, magang, konten. Pas stress dia teriak ke laut: "YA ALLAH JADIKAN AKU DUGONG AJA BIAR GAK ADA TUGAS!!" Besoknya... BENERAN JADI DUGONG. Ekor, kumis, pipi bakpao. Masalahnya: 7 hari lagi wisuda...
