We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Chapter One

5 1 0
                                        

"Uweee... uweee...!"

Terdengar sebuah tangisan serak dari seonggok benda yang tertutup rapat akan sebuah selimut kecil di dalam keranjang yang tergeletak didepan pintu masuk sebuah bangunan,
napasnya terputus-putus, pengaruh dari hawa dingin di malam yang gelap menyeramkan itu

"Uweee... uweee..." Untuk kesekian kalinya tangisan masih di koarkan oleh benda hidup tersebut

//Klik
Pintu pada bangunan tersebut mulai terbuka dengan perlahan, hingga seorang wanita paruh baya menampakkan wujudnya dari balik pintu tersebut

"Hah...?!" Wanita itu tersentak diam, tunggu.. apa yang ada dalam keranjang itu? batin nya

Dengan penasaran dia pun berjongkok tepat di depan sebuah keranjang yang dimana selimut kecil sebagai pelapis nya terus saja bergerak, seolah-olah ingin memberi tau pada orang-orang jika benda di baliknya adalah seonggok makhluk hidup

Saat tangan wanita itu bergerak mengangkat selimut kecil itu untuk terlepas dari dalam keranjang, dia di buat sangat terkejut

"Apa-apaan ini!?"

Jerit Wanita Paruh baya itu dengan ketakutan, bagaimana tidak? saat kain dari dalam keranjang terlepas, muncul wujud makhluk hidup yang sangat kecil, dia sangat kaku dengan badan hampir membiru kedinginan namun dengan mulut yang terus mengeluarkan teriakan tangis meminta pertolongan

Segera wanita paruh baya itu mengambil bayi dengan tubuh tanpa kain itu untuk di gendong nya, lalu wanita itu berdiri dengan cepat lalu berjalan dengan terbirit-birit masuk ke dalam bangunan tersebut

"Mba Sela!.. mba kenapa terbirit-birit seperti itu?" Tegur seorang remaja pada wanita paruh baya tadi

Wanita yang dipanggil mba sela langsung berbalik dan melihat remaja itu yang berjalan dengan santai menuju ke arahnya

"Ini nak nath, mba tadi menemukan keranjang aneh dengan jeritan di dalamnya, mba udah pikir macam macam karena jeritan itu di tutupin kain tipis gitu nak, pas mba buka rasa-rasanya jantung mba mau jatuh ke mata kaki saat lihat ada bayi ini di dalamnya"

Ujar Mbak Sela dengan badan yang terlihat bergetar akan ketakutan sambil menunjukkan bayi yang di gendong nya dengan keadaan telanjang tanpa busana

"Astaga! kok bisa sih ada bayi di tengah hujan badai begini!!?"

Jerit Nathalin saat melihat makhluk berukuran kecil dengan badan membiru serta gerakan yang kaku seolah tidak ada lagi tenaga untuk bergerak dan menyapa dunia

Dengan tergesa kedua wanita itu langsung berlari menuju kamar yang terkhusus untuk anak-anak yang belum menginjak usia 6 tahun dengan 2 kasur dewasa sebagai pendamping malam terletak di dekat pintu masuk

Mba sela segera menaruh bayi itu di atas kasur yang lumayan lapuk dengan sprei berwarna biru muda namun ada banyak bercak dan bintik-bintik yang pudar namun sangat kentara warnanya

Dengan hati hati, Mba Sela meminta pertolongan pada nathalin untuk mengambilkan perlengkapan bayi dari lemari plastik di ujung ruangan

Setelah bayi yang di ketahui berjenis kelamin laki-laki itu diberi baju serta alat-alat yang membantu menghangatkan nya, dia segera di gendong Mbak Sela sambil duduk di atas kasur tempat bayi itu di letakkan tadi

"Oh tuhan maha kuasa, anak seperti mu dengan tubuh masih kecil mengapa di telantarkan? ku harap yang menelantarkan mu di beri pencahayaan dalam hidup nya, amin"

Ucap Mba sela dengan tangan yang perlahan-lahan mengusap usap kepala bayi lelaki itu

"Bahkan yang meninggalkan mu tidak memberi mu identitas terlebih dahulu, tuhan.. bagaimana jika ku beri dirimu identitas sayang? bagaimana menurut mu nak natha?" setelah berujar disertakan pertanyaan pada bayi itu, mba sela pun melemparkan pertanyaan pada nathalin untuk mendapatkan pendapat yang sekiranya berguna

"Bole saja mbak, bagaimana kalau dia di panggil dante? itu nama yang bagus tau mba!! natha tau nama itu dari novel yang beralur indah gitu, dante nih pemeran utama gitu, kan kalau namanya dante semoga aja alur hidupnya ikutan indah dan terang seperti dirinya, natha lihat banyak potensi dari nya mba!!"

Seru nathalin dengan sangat mengebu-ngebu akan sarat kebahagiaan serta ke antusias an

"Ahahaha, ide yang manis nak natha, yasudah kita beri nama dia.. dante mahaprana, seseorang yang akan menemukan alur hidup yang cemerlang di antara banyaknya kegelapan yang tak bisa melingkupi nya, bagaimana menurut mu nak?"

Mba sela menengok ke arah Nathalin lalu mengelus elus rambut nathalin dengan lemput penuh akan kasih sayang, namun dengan tangan lain yang tetap menggendong bayi dante dengan penuh kehangatan yang terpancar darinya

"Oya setuju dong mba!"

Nathalin terkikik lucu dengan nama itu yang memiliki arti yang indah jika di telusuri lebih dalam





+ --ooO+📮+Ooo--+




//Hupp

"Terimakasih banyak mba, tanpa mba natha dan mama sela mungkin dadan mati membeku di dunia luar itu" Sendu seorang bocah lelaki dengan umur kisaran 12 tahun di pelukan seorang wanita berkepala 3 dan telah memiliki keluarga nya sendiri

"Aduh harusnya kamu hanya berterimakasih pada mba sela, dia yang paling berjasa dalam proses tumbuh besar kamu, mba nath jadi kangen mba sela.. andai mba sela masih bekerja disini.."

"Jangan sedih mba! kan udah ada dadan yang nemenin, mba sela juga udah berumur lanjuuuuut tua pokoknya, gabisa bantu urus anak-anak panti lagi, namun dadan udah gedee jadi dadan yang urus anak-anak panti bersama mba lain sementara mba nathalin pulang ke rumah keluarga nya!"

Seru bocah lelaki itu dengan melepaskan pelukan mereka lalu tersenyum dengan lebar pada Mba nathalin, seolah-olah dia tak ingin nathalin merasa sedih karena tak bisa lagi aktif berada di panti asuhan ini dan bantu merawat anak-anak terlantar dikarenakan dirinya yang telah berkeluarga dan harus fokus ke keluarga nya

"Jika ada kesusahan, panggil mba yang ada di sini ya? jangan pernah merasa sendiri lagi untuk kehadiran mu di dunia ini ya dadan? mba natha sayang dadan, mba pamit ya?"

Nathalin segera berdiri dari kasur bocah lelaki itu yang dia jadikan tempat untuk duduk, lalu mengelus kepala bocah itu

Setelah berpamitan dengan orang-orang yang sekiranya penting, mba nathalin pun resmi keluar dari panti asuhan sebagai perawat sekaligus pengasih kehangatan bagi anak-anak yang kehilangan sumber kehidupan pada keluarga nya..





+ --ooO+📮+Ooo--+




To be Continued😜👆
Singkat aja dulu gasih? kan masih permulaan, setelah ini kite langsung masuk ke kehidupan si dadan geng, UPS SPOILER😬😬😬

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 11 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

LogicalStories to obsess over. Discover now