Bab 1

129 18 4
                                        

Halo guys 🤗

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Halo guys 🤗

Aku kembali dengan satu cerita baru lagi. Semoga kalian berkenan membaca dan meramaikan cerita ini, ya.

Vote dan komentarmu sangat berarti untuk membangkitkan semangat Author. Tinggalkan jejakmu di sini ya 😊

Hiruk-pikuk jalan raya di tengah terik matahari membuat hawa di dalam mobil taksi itu terasa semakin menyesakkan. Gadis yang duduk di bangku belakang tampak murung. Arah pandangannya ke jendela, namun tatapannya kosong. Adik kecil di pangkuannya asik dengan mainan robot di kedua tangannya.

"Kak Lyn, Kak Lyn," panggil si adik kecil, membuyarkan lamunan gadis bertubuh ramping semampai itu.

"Hm?" jawabnya lesu.

"Spiderman-nya buat Kakak satu, ya. Biar ada yang jagain Kakak kalau nggak ada Aiden." Anak laki-laki berusia 5 tahun itu memberikan salah satu mainan Spiderman di tangannya pada kakak perempuannya.

"Beneran mau kasih Kak Lyn? Bukannya ini mainan kesukaan Aiden?"

"Nggak papa, biar Kak Lyn ada yang jagain."

Jawaban polos dan tulus dari adiknya yang terpaut usia 15 tahun itu membuat gadis itu terharu. Ia mendekap erat adiknya yang sebentar lagi akan berpisah darinya.

Beberapa saat kemudian terdengar dering telepon dari bangku depan. Wanita berusia 45 tahun yang duduk di samping supir mengangkat telepon.

"Iya, Ma?"

"Sebentar lagi nyampe kok. Kira-kira 30 menitan lagi."

"Nggak usah, Ma. Kita juga nggak bisa lama-lama, udah mepet banget jadwal pesawatnya."

Setelah menutup telepon, wanita bernama Sintia itu menoleh ke belakang.

"Udah dong, Lyn, cemberutnya. Mama nggak tenang nih berangkatnya kalau kamu masih sedih gitu," ucapnya sedih.

Gadis yang disapa Lyn itu tetap memeluk adiknya dengan wajah murung.

"Katelyn.. senyum dong, Sayang."

"Iya." Katelyn menarik kedua sudut bibirnya dengan singkat dan penuh paksaan.

Bagaimana mungkin dia tidak sedih ditinggal sendiri di kota besar itu dan akan tinggal di rumah neneknya. Meskipun neneknya baik, tapi tinggal bersama nenek tentu tidak sama dengan tinggal di rumah sendiri bersama keluarga inti.

Ibu dan adik Katelyn harus pindah ke luar kota karena ibunya yang bekerja sebagai pegawai BUMN dipindahtugaskan ke kota tersebut dengan jabatan yang lebih tinggi. Katelyn yang masih menempuh pendidikan S1 tidak memungkinkan untuk ikut pindah. Di kota tujuannya tidak ada universitas yang memiliki jurusan S1 Desain Interior, seperti jurusannya sekarang. Jadi, dia harus tetap di sini, setidaknya sampai studinya selesai.

Awalnya Katelyn berencana untuk tinggal di tempat kos, tapi neneknya meminta agar Katelyn tinggal bersamanya. Di rumah itu, neneknya hanya tinggal berdua dengan putra bungsunya yang baru kembali dari Australia tiga bulan lalu.

Something Happened Between UsStories to obsess over. Discover now