Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

We Can't Be Friends - Ariana Grande

13 1 0
                                        

Seluruh nama, karakter, tempat dan jalan cerita dalam karya ini sepenuhnya merupakan fiksi. Kemiripan dengan tokoh, peristiwa atau kejadian nyata, baik yang masih hidup maupun telah tiada, hanyalah kebetulan dan tidak memiliki unsur kesengajaan.
Selamat Membaca 🤍

🤍

Suci Rahayu, 26 tahun
Rizki Ramadhan, 27 tahun

"Semesta tidak selalu mempertemukan dua orang
untuk saling memiliki. Kadang, ia hanya ingin meninggalkan kenangan yang akan terus hidup,
meski kisahnya telah lama usai."

Senja belum benar-benar turun ketika Suci memarkirkan motornya di halaman sebuah gedung pernikahan. Langit masih menyisakan semburat jingga yang perlahan memudar, sementara lampu-lampu gantung di pelataran mulai menyala satu per satu. Di balik pintu kaca yang tinggi, suara tawa dan alunan musik akustik terdengar samar. Hari itu adalah hari pernikahan Dita, sahabatnya semasa kuliah.

Suci menarik napas panjang sebelum melangkah masuk. Jemarinya merapikan ujung gamis berwarna biru muda yang dikenakannya. Tidak ada alasan untuk gugup. Ia hanya datang menghadiri resepsi, memberi selamat, lalu pulang.
Setidaknya, begitu rencananya.

"Ci!" Suci menoleh. Dita yang masih mengenakan gaun pengantin menghampirinya sambil tersenyum lebar.

"Akhirnya datang juga. Kirain ga jadi." Suci membalas pelukannya pelan.

"Mana mungkin aku ga datang."

Dita mengangguk puas sebelum menggandeng tangannya. "Ayo, aku kenalin ke beberapa teman yang belum sempat ketemu."

Suci mengikuti langkah Dita. Beberapa wajah terasa asing, dan beberapa lainnya mengingatkannya pada masa kuliah yang telah berlalu lima tahun lalu. Obrolan demi obrolan pun mengalir ringan. Awalnya semua berjalan lancar, sampai sebuah kalimat sederhana itu berhasil membuat dunia Suci seakan berhenti sesaat.

"Eh, Rizki juga baru datang tuh."

Deg

Pria itu.

Seolah seluruh suara di ruangan mendadak menghilang. Suci bahkan tidak sadar sejak kapan senyumnya memudar dari wajahnya.

Perlahan, matanya mengikuti arah pandang Dita.
Dan di sana, seorang pria dengan kemeja putih berdiri di dekat pintu masuk. Rambutnya sedikit lebih pendek dibanding terakhir kali mereka bertemu. Bahunya tampak lebih tegap. Wajahnya juga terlihat lebih dewasa.

Namun senyumnya, masih sama. Senyum yang dulu selalu berhasil membuat Suci merasa pulang.

Lima tahun.

Sudah lima tahun sejak terakhir kali mereka saling mengucapkan selamat tinggal.

Rizki juga melihat ke arahnya.

Tatapan mereka bertemu.

Tidak ada yang melambaikan tangan.

Tidak ada yang berjalan lebih dulu.

Hanya dua orang yang sama-sama diam, sementara kenangan datang tanpa diminta.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Jul 11 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Playlist of UsHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora