cerita kehidupan anak gundik ditengah stigma buruk masyarakat.
"kenapa? kaget ngeliat anak gundik gede nya ganteng?"
[komedi] [slice of life] [conflict]
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
shane benjamin leonard (17 y.o)
"dengerin emak lo, jangan temenan sama gua nanti ketularan jadi anak gundik lagi."
"tapi aku mau main sama kakak soalnya kakak keren."
shane ngehela napas nya capek, ini anak tetangga masih sd demen banget nempel-nempel sama dia, gak sadar kalau emak nya udah teriak-teriak di ujung sana perkara gak boleh main sama shane.
"yaiyalah gua keren, anak gundik soalnya. kalau anak istri sah cupu." shane ngegandeng anak itu keluar dari pekarangan rumah nya, "sana pulang. emak lo teriak-teriak tuh, pusing gua denger nya."
"yaudah aku pulang tapi nanti main lagi ya."
"hm."
kalau kalian ngira shane merasa dirinya rendah karena fakta bahwa dia anak gundik, kalian keliru. entah sikap shane ini benar atau salah dia gak tau, diumur nya yang masih remaja ini mulutnya sangat amat ceplas-ceplos dan cenderung menantang.
terpuruk? pernah, siapa yang gak sedih terus menerus menerima stigma buruk dari masyarakat atas hal yang diluar kenali lo.
'gua gak minta dilahirin sebagai anak gundik.'
'emang nya salah gua kalau gua anak gundik?'
'kalau gua bisa lahir kembali gua gak mau jadi anak gundik.'
tiga kalimat diatas adalah kalimat keramat yang bersarang diotak shane sebelum dia akhirnya menyerah dan mulai berdamai dengan keadaan. walaupun harus mengorbankan kewarasan dia, shane rela asal hati dia jadi kebal.
semua orang disekitar shane bahkan disekolah semua nya tau kalau dia anak dari gundik.
"siapa, shane?"
"biasa tuh anak tetangga main kesini gak boleh sama emak nya." yang barusan nanya adalah ibu nya shane.
mereka tinggal berdua dirumah yang terbilang sederhana, kalau shane aja udah terbiasa sama hujatan masyarakat apalagi ibu nya-udah dianggep angin lewat.
dibalik shane, ibu nya pernah lebih terpuruk bahkan hampir mengakhiri hidup nya sendiri.
"lain kali kamu jangan kebanyakan main sama mereka, emak nya berisik."
shane ketawa sambil tangannya ngebuka kulkas ngambil salad buah yang dia beli tadi pagi, "bukan aku yang ngajakin mereka main, tapi sebaliknya." ujar shane ke ibu nya yang lagi nonton tv.
----
"yaaaa hahahaha anak gundik! emak nya pelakor!"
"dari pada lu yatim, bapak lu noh jadi pupuk. bapak gua mah tiap bulan kirim duit." baru aja shane masuk kelas udah diteriakin aja bikin darah nya mendidih, ya walaupun biasanya juga diteriakin tapi gak sepagi ini juga.
shane naro tas nya dibangku, anak-anak yang lain pada diem stelah dia ngomong kayak gitu. "kenapa diem? sakit hati lu?" ledek shane dengan senyum miring nya itu.