01' 一

115 15 2
                                        

∘˙ฅ^•ﻌ•^ฅ ིྀ

(𝐇𝐀𝐏𝐏𝐘 𝐑𝐄𝐀𝐃𝐈𝐍𝐆)

꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚

· · ─────── ·◈· ─────── · ·

Di sebuah kamar kontrakan yang luas nya tak seberapa, tampak seorang remaja manis tengah menyusun hasil tugas nya. Ia baru saja menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang menumpuk. Dia itu pemalas, jadinya ya begini. Menumpuk tugas hingga bisa saja membentuk gunung.

"Ugh!! Tidur ah," gumam nya pelan yang kemudian mulai merangkak menuju kasur lantai nya.

Ia baringkan tubuh nya di atas kasur lantai yang sudah mulai usang. Baru saja beberapa detik ia berbaring disana, kesadarannya sudah terangkat dan mulai menjelajahi alam mimpi.

Kita akan sedikit mengenal remaja manis yang tertidur ini. Nama nya Archa. Dan hanya itu saja. Teman-teman dekat nya memanggil dia dengan nama kecil Aca. Terdengar seperti nama perempuan, tetapi Archa sendiri tak masalah dengan itu.

Archa adalah anak baik yang rajin menabung- menabung dosa. Ekhem!

Wajahnya sangat manis, sedikit tak cocok dengan tubuhnya yang terisi oleh otot. Sewaktu masih SMP, Archa rajin membentuk otot agar tak disalahpahami sebagai perempuan. Ya, hanya itu alasan dirinya membentuk otot dan tubuh tegap nya.

Namun, sejak dirinya memasuki SMA. Archa tak lagi berolahraga, ia menjadi sosok yang pemalas. Kesehariannya hanya tidur dan tidur. Bahkan untuk makan pun dia malas. Entah karena apa dirinya menjadi seperti sekarang.

Meski begitu, Archa itu baik hati. Ya walaupun setiap perkataannya selalu berujung membuat sakit hati orang lain. Dia itu hobi sekali membuat orang-orang darah tinggi dengan ucapannya. Berkata tanpa berpikir, itulah Archa.

Baiklah, sudahi acara kenalan nya. Karena tak banyak yang menarik selain wajahnya.

Kita beralih pada sosok remaja mungil dan menggemaskan yang tengah terbaring di ranjang kamar nya. Perlahan, netra hitam nya terbuka. Sebelum bangkit dari rebahannya, ia sempat linglung karena nyawa yang belum sepenuhnya kembali.

"Hoam~ ngantuk banget..." gumamnya sembari meregangkan otot-otot tubuhnya.

Mata nya menelisik ke setiap sudut ruangan, hingga pada beberapa menit kemudian ia akhirnya sadar. Dimana dirinya?!

"Hah?! Dimana ini? Kenapa gue disini?!"

Archa. Remaja yang tadinya asik tidur di kamar kontrakannya, kini dengan tiba-tiba berada di ruangan yang asing. Ruangan tersebut berisikan perabotan dan barang-barang yang mewah, tempatnya pun sangat luas.

"Gila... gue kesasar apa gimana ini?" gumam nya tak percaya.

Ia tatap satu persatu barang di ruangan tersebut. Ingin ia menyebut nya kamar, namun luas nya tak normal.

"Waduh. Jangan-jangan gue transmigrasi? Eh, tapi masa sih?"

Ia pun bangkit dari kasur nya dan mulai mencari cermin. Hingga akhirnya dirinya mendapatkan cermin full body yang berada tak jauh dari ranjang nya. Sekali lihat pun sudah jelas, bahwa itu bukanlah dirinya.

"Dih? Siapa ini imut-imut kayak anak kucing? Wah, parah. Gue di oplas paksa sama Tuhan," ocehnya menatap tak percaya pada bayangan nya sendiri.

Archa pun hendak melangkah pergi, tetapi terhenti saat merasakan rasa sakit yang luar biasa pada kepala nya. Bak kaset rusak, otak kecil nya memutar ingatan si pemilik asli dari raga nya. Satu persatu ingatan itu menusuk nya, hingga hidungnya mengeluarkan darah saking tak tahan nya.

Archa Demilion- Putra bungsu dari keluarga Demilion yang terhormat. Archa Demilion merupakan sosok yang tertutup. Tak pernah berbicara sehingga sering kali di anggap bisu bahkan oleh keluarga nya.

Tak ada yang salah dengan dirinya. Dia adalah anak yang di sayangi oleh keluarga nya, tetapi karena suatu alasan. Membuat Archa Demilion mundur, dan tak pernah lagi berkumpul dengan keluarga. Dan hal tersebut disebabkan oleh satu alasan.

Dia... ingin keluarga nya membenci dirinya.

Dengan sengaja ia membentak sang Papa. Dan dengan sengaja juga dirinya bersikap semena-mena, hingga akhirnya keinginannya pun menuju puncak. Tetapi meski begitu, tak ada satupun para Demilion yang membencinya. Mereka hanya menjaga jarak karena berpikir bahwa Archa sedang dalam fase pemberontakan nya.

Alasan mengapa ia ingin keluarganya membenci nya adalah karena... ia memiliki menderita Tumor Otak yang sudah stadium dua. Selama berbulan-bulan dirinya menjalani pengobatan sendirian. Dan selalu mengurung diri untuk menahan rasa sakit itu sendiri.

Ini mungkin beresiko dan sangat bego. Tetapi Archa tak mau keluarga nya menangisi kepergiannya. Tanpa dia tahu bahwa perbuatannya bisa saja membuat keadaan semakin parah.

Penyakit Archa sebenarnya sudah hampir sembuh, tinggal melakukan beberapa pengobatan lagi dan dia bisa lebih baik.

"Dih, orang bego." Archa memaki Archa Demilion- si pemilik asli dari tubuh ini.

Dalam ingatan itu, Archa akhirnya tahu. Bahwa jiwa Archa Demilion sudah tiada akibat kejang yang tiba-tiba datang dan tanpa pertolongan, akhirnya dia menghembuskan napas terakhirnya tadi malam.

"Ini keberuntungan atau petaka? Kayaknya sih petaka, ya. Karena gue ini ibaratnya setan yang masuk tanpa izin dan harus menghadapi resiko dari perbuatan si bungsu Demilion ini. Anjirlah, ni tubuh udah kayak yang kerasukan aja," celoteh nya panjang lebar di akhiri dengan rasa merinding saat melihat pantulan diri nya di cermin.

Tapi tunggu. Kenapa nama belakang Archa ini terdengar sangat familiar? Demilion? Rasanya ia pernah mendengarnya.

"Anjir!! Itu kan nama marga yang ada di novel punya si Abdul!"

Ia ingat sekarang. Demilion adalah nama marga dari salah satu tokoh di novel yang pernah ia baca. Novel tersebut ia pinjam dari teman baiknya- Abdul.

Zona Asmara, merupakan novel romansa yang alurnya sangat klise. Menceritakan sosok Zannet yang merupakan tokoh utama wanita. Zannet adalah rakyat biasa yang dengan beruntungnya dapat bersekolah di sekolah elit yang bergengsi. Disana lah kisah percintaannya dimulai, di perebutkan oleh banyak tokoh pria dan mendapat kejahatan kecil dari tokoh antagonis.

Ending-nya dapat kalian tebak. Zannet menikah dengan sang tokoh utama pria- Varelio Demilion. Salah satu saudara dari Archa Demilion. Mereka pun bahagia bersama dengan antagonis yang menderita.

"Wah... fiks sih ini mah dunia novel. Tapi... bodo amat ah! Mending turu~"

Archa tak peduli, ia memilih untuk menidurkan dirinya kembali. Ah... apa dia tak sadar bahwa dirinya di kehidupan pertama mati karena kelaparan dan selalu tidur?

Ya. Archa tiada karena ia kelaparan, tak makan selama beberapa hari dan selalu saja tidur. Sebenarnya dia ini pemalas atau raja tidur sih?! Heran!

Tak berniat peduli bahkan pada tubuhnya sendiri, Archa sudah kembali terlelap dalam mimpi nya. Meski mimpi itu kosong tanpa gambaran yang jelas.

Ah! Sudahlah! Si Archa ini memang tak bisa berubah. Sifat pemalasnya benar-benar ikut bersama dengan jiwa nya ke dunia ini.

Ia sepenuhnya tak peduli, dan lebih asik berkencan dengan kasur baru nya yang empuk. Jangan lupakan juga bantal dan guling yang menjadi selingkuhan nya.

•┈┈┈••✦ ◉ ✦••┈┈┈•

ARCHA: Pemalas Perusak AlurStories to obsess over. Discover now