We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

New school

252 16 0
                                        

"Jeongwoo!"

Suara Mama terdengar sampai ke lantai dua.

"Kamu belum siap?"

"Iya, Ma! Sebentar!"

Gua buru-buru nutup resleting tas yang dari tadi masih kebuka.

Hari ini hari pertama gua masuk sekolah baru.

Jujur gua gugup.

Bukan karena pelajarannya.

Tapi karena gua harus mulai semuanya dari awal.

Teman baru.

Guru baru.

Lingkungan baru.

"Huft."

Gua berdiri di depan cermin sambil ngerapiin dasi.

Bukannya rapi malah makin miring.

"Kenapa sih lo nggak bisa diajak kerja sama?"

Gua ngedumel sendiri.

Tok.

Tok.

Pintu kamar diketuk pelan.

"Jeongwoo?"

"Kamu masih belum selesai?"

Mama ngintip dari balik pintu.

Begitu ngelihat dasi gua...

beliau langsung ketawa kecil.

"Sini."

Mama masuk ke kamar.

"Nunduk sedikit."

Gua nurut.

Dengan gerakan yang udah kelihatan terbiasa, Mama ngerapiin dasi gua.

"Nah."

"Baru rapi."

Gua ngelihat pantulan diri sendiri di cermin.

"Hehehe Makasih, Ma."

Mama nepuk pelan pundak gua

"Gugup?"

Gua diem sebentar.

"Sedikit."

Mama langsung senyum.

"Sedikit?"

"Apa banyak?"

Gua ketawa kecil.

"Lumayan."

"Tuh kan."

"Mama udah tahu."

Gua ngembusin napas pelan.

"Takut aja, nanti kalau nggak punya teman gimana?"

Mama natap gua beberapa detik.

"Jeongwoo."

"Hm?"

"Jangan pernah berubah cuma supaya orang lain suka sama kamu."

"Kalau ada yang mau berteman biarkan mereka berteman sama Jeongwoo yang apa adanya."

Kalimat itu bikin gua diem.

Lalu gua senyum pelan.

"Iya, Ma."

Mama ikut senyum.

"Yuk."

"Nanti rotinya dingin."

"Iya."

Gua langsung ngikutin Mama turun ke ruang makan.

Aroma roti panggang langsung nyambut gua.

"Mama."

tell me how you hate me (HAJEONGWOO.)Stories to obsess over. Discover now