Ruang OSIS selalu menjadi tempat paling berisik ketika tahun ajaran baru semakin dekat.
Bahkan sebelum bel pertama berbunyi, beberapa anggota sudah memenuhi ruangan sejak pukul enam pagi. Printer di pojok ruangan bekerja tanpa henti mencetak proposal dan susunan acara. Tumpukan map berwarna-warni memenuhi meja besar di tengah ruangan, sementara kardus berisi atribut MPLS diletakkan begitu saja di lantai karena lemari penyimpanan sudah tidak lagi muat.
"Binar!"
Suara seseorang memecah riuhnya pagi itu.
Pemuda yang sedang menatap layar laptopnya itu langsung mendongak. "Hm?"
"Template name tag yang revisi terakhir udah jadi belum? Percetakannya udah nunggu dari tadi."
Binar mengembuskan napas panjang sebelum mengusap wajahnya pelan.
"Bentar... laptop gue lagi ngelag."
"Laptop apa yang ngelag? Orangnya kali."
"Coba sini gantian ngerjain."
Sontak seluruh isi ruangan tertawa.
Candaan seperti itu sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mereka. Dua minggu terakhir, hampir seluruh pengurus OSIS menghabiskan waktu sepulang sekolah di ruangan ini demi mempersiapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Mulai dari menyusun konsep acara, membagi divisi, mencetak perlengkapan, sampai berkutat dengan revisi proposal yang seolah tidak pernah ada habisnya.
Apalagi tahun ini Binar dipercaya menjadi ketua pelaksana.
Jabatan yang terdengar membanggakan itu ternyata datang bersama setumpuk tanggung jawab yang membuat jam tidurnya berantakan selama seminggu terakhir.
Baru saja ia hendak menyimpan file hasil revisi, suara pintu yang terbuka membuat suasana ruangan perlahan berubah.
"Selamat pagi semua."
Hanya tiga kata. Namun cukup membuat beberapa anggota yang tadinya masih bercanda langsung merapikan posisi duduk mereka.
Tanpa perlu menoleh, Binar sudah tahu siapa pemilik suara itu.
Kairo.
Ketua OSIS SMA Garuda.
Dengan map berwarna biru tua di tangan kirinya, Kairo melangkah masuk seperti biasanya. Seragamnya tetap rapi meski waktu baru menunjukkan pukul enam lewat dua puluh. Dasi terpasang sempurna, rambut hitamnya tersisir rapi, dan ekspresinya... nyaris tidak berubah sama sekali.
"Yang belum sarapan, angkat tangan."
Ruangan mendadak sunyi.
Beberapa anggota saling pandang, berharap ada orang lain yang lebih dulu mengangkat tangan.
Kairo menghela napas pelan.
"Jangan bohong."
Satu per satu tangan mulai terangkat.
Melihat itu, Kairo hanya menggeleng kecil.
"Yaudah. Sebelum rapat dimulai, makan dulu. Gue nggak mau ada yang tumbang di hari pertama persiapan."
"Iya, Kak."
Barulah suasana kembali ramai. Beberapa anggota kembali sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, sementara yang lain mulai membuka bungkus roti yang sejak tadi dibiarkan di atas meja.
Di sisi lain ruangan, Binar sempat melirik sekilas ke arah Kairo sebelum kembali memusatkan perhatian pada layar laptopnya.
Tatapan itu hanya berlangsung beberapa detik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Confidential
General FictionKalau ada yang nanya siapa orang paling sibuk menjelang tahun ajaran baru, jawabannya pasti anak OSIS. Mereka rela datang sebelum matahari benar-benar naik, pulang setelah satpam sekolah mulai mengusir, bahkan menghabiskan waktu libur cuma buat rapa...
