PART 1: Ah... Baiknya Tuhan

3 0 0
                                        

Pada suatu kala – di hamparan luas salju Kutub Selatan, hiduplah seekor pinguin jantan bernama Daniel yang masih sangat muda. Daniel hidup sebatang kara di sebuah desa kecil yang dikenal tentram dan damai. Sedari kecil, ia memiliki banyak teman dan tetangga ramah yang kerap bermain kelereng dan menyaksikan langit aurora bersama. Namun, di usianya yang menginjak 15 tahun, Daniel mulai merasakan kesepian. Bukan karena teman-teman atau tetangganya yang menjauhi dirinya, tapi karena Daniel yang mulai mendambakan kehadiran dan cinta seekor pinguin jantan lainnya untuk menemani hidupnya yang sebatang kara.

Tepat dua bulan setelah ulang tahun Daniel yang ke-17, ia terduduk di pesisir pantai kutub, memandangi lautan dingin dan langit malam penuh bintang dalam perasaan frustasi. Ia baru saja memutuskan hubungannya dengan pejantan egois yang telah menjalani hubungan dengannya selama dua minggu. Ah, malang dirinya. Bagaimana bisa ia berkencan dengan pejantan apatis sekali lagi? "AKH- lagi, lagi dan lagi. Apakah dunia sudah semakin dekat dengan kiamat? Dasar pejantan bedebah." Umpat Daniel yang beruntungnya tidak ada siapa-siapa dekat sana untuk mendengar umpatan kekesalannya. Walau masih ada rasa frustasi, Daniel memutuskan untuk pulang karena sudah terlalu larut malam.

(Sesampainya di rumah)

Langkah kecil Daniel akhirnya membawanya ke hadapan pintu scrape nya. Sebelum membuka pintu, pandangan Daniel terfokuskan pada sebuah lebaran poster yang bertuliskan "Panjatkan doa kepada Venus, niscaya kau 'kan dapatkan cinta sejatimu." Daniel yang terlintaskan sesuatu dibenaknya, langsung masuk ke dalam rumah dan membaringkan dirinya ke kasur. Sembari memeluk guling kecilnya, ia menatap atap scrape yang minim cahaya – yang bersumber dari lentera yang ia letakkan di rak samping kasur – "Tidak ada salahnya kalau aku mencoba untuk berdoa kepada Dewi Venus." Tutur sang pinguin muda yang telah mendambakan cinta yang halus dan sejati. Ia memejamkan mata, dan berdoa sepenuh hati "Oh, Venus. Jikalau diriku telah ditakdirkan untuk bersama seekor pejantan lain, bawalah diri ini ke taman bunga yang bermekaran dalam bunga tidur mendatang," panjatan doa tersebut perlahan membawa Daniel terlelap.

Membuka matanya, Daniel mendapati dirinya terbaring di rerumputan. Ia pun berdiri, melihat sekeliling – sebuah padang rumput pegunungan yang subur ditumbuhi pepohonan dan bunga-bunga yang bermekaran – dan menjelajahi tempat tersebut yang ia pikir menakjubkan. Sepanjang perjalanan, ia menyaksikan banyak sekali hewan lain yang bertemu, berkencan, sampai berpelukan di banyak titik tempat itu. "Apakah ini jawaban dari Dewi Venus atas doa-doa banyak hewan?" pikir Daniel sembari berkeliling. Di tengah perjalanan, ia mendapati sosok seekor pinguin jantan lain dari kejauhan, yang berdiri di taman bunga primrose. Semakin mendekat, semakin jelas sosok pinguin tersebut yang membelakangi dirinya dan kondisi taman bunga primrose yang belum sepenuhnya bermekaran – membuatnya berbeda dari taman bunga lain di tempat tersebut.

Daniel berdiri tepat di belakang pinguin tersebut dan menyapanya dengan halus "Halo." Pinguin tersebut berbalik badan "Hai. Dengan siapa, ya?" sapa kembali sang pinguin dengan suara yang halus, namun dingin. Daniel menyadari bahwa pinguin di hadapannya memiliki sifat yang cenderung dingin. "Maaf ya, aku mengganggu waktunya. Perkenalkan, namaku Daniel – 17 tahun –" ucap Daniel agak ragu sambil memainkan ujung sayapnya dengan pelan. Billy pun menjawab dengan datar "Ohh... Aku Billy – 20 tahun. Dari mana asalmu?" Tertegun dengan perbedaan usianya, Daniel berusaha menenangkan dirinya dengan menjawab pertanyaan Billy "Oh. Salam kenal ya, Kak! Daniel dari Desa Kenanga. Kalau kakak sendiri asal mana?" Mendengar jawaban Daniel, Billy terlihat puas dengan membalas "Desa Kenanga, ya... dulu saya sering pergi kesana. Saya sendiri dari Desa Melati" dan mereka pun berbincang sambil mengelilingi taman bunga primrose tersebut. Banyak yang mereka perbincangkan kala itu. Diri mereka, aktivitas sehari-hari, kesukaan, dan banyak lainnya.

Hingga, tiba waktu mereka untuk kembali ke dunia nyata. Billy menyadari bahwa dirinya di dunia nyata akan terbangun karena sudah pagi disana. "Daniel, kakak pergi dulu ya. Sudah waktunya kakak untuk bangun. Temui kakak lagi di hari esok, di taman ini juga," ucap Billy dengan tenang dengan tatapan lembut mengarah ke Daniel. "Oh- baiklah, Kak! Daniel juga akan kembali. Kalau begitu, sampai jumpa besok, ya!" Daniel mengucapkan selamat tinggalnya dengan sedikit kecewa karena waktu berbincang mereka harus selesai saat itu. Billy tersenyum tipis ke hadapannya, dan perlahan pergi menjauh, dan menghilang. Setelah Daniel melihat menghilangnya Billy dari sana, ia pun melakukan hal yang sama untuk membangunkan dirinya. Perlahan, pemandangan dan kehangatan alam itu memudar, berubah menjadi penampakan dinding batu dan hawa dingin yang familiar.

(Di dunia nyata)

Daniel terbangun, mendapati dirinya tersenyum tipis sembari mengusap matanya yang penuh kotoran mata. "Hah... mimpi apa itu. Semoga malam ini bisa bertemu lagi dengan dirinya," pikir Daniel dengan gembira. Kemudian, ia bangun dan mulai membasuh dirinya untuk memulai hari. Tanpa ia sadari, bahwa kejadian di alam tersebut menandakan titik awal Daniel mendapatkan apa yang ia dambakan selama ini.

— T.B.C. —

Author's note

Halo-halo semuanya! Tata disini dan aku hanya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kalian semua yang telah membaca bagian pertama dari cerita ini. Tak 'kusangka, bahwa akhirnya author Dan bisa menyelesaikan bagian pertama dengan mulus yah, hehe. Tata mau cerita sedikit, nih terkait publishing dari buku ini. Nah, jadi tepat pada tanggal ini adalah hari jadiannya dari Tata dan pacarnya – Jojo – sebagai bentuk hadiah confession Tata untuk Jojo, hehe. Gimana ceritanya menurut kalian? drop ur opinion on the comment, ya! Sampai jumpa di bagian selanjutnya, DADA!!!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 24 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Pasti Ini yang 'KudambakanStories to obsess over. Discover now