We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

CHAPTER 01 - The Devil's Deal

5 0 0
                                        





||AMOR FATI ; The Black Dog||

ChocoMatcha Storyline

Present

*****

****

***

_Let's go_




***

Hujan turun dengan intensitas yang mencekam di sudut kota, seolah langit sedang ikut merayakan kehancuran hidup Lauren Sophia.

Napasnya tersengal, paru-parunya terasa terbakar, dan gaun tipis yang ia kenakan telah basah kuyup, melekat erat pada kulitnya yang menggigil. Di belakangnya, bayang-bayang masa lalu yang penuh dengan memar dan cacian-sang mantan kekasih-masih terasa mengejarnya, meski secara fisik pria itu tidak terlihat saat ini.

Lauren berhenti di bawah lampu jalan yang berkedip redup, tubuhnya bersandar pada dinding beton yang dingin. Saat itulah, sebuah mobil sedan hitam mewah berhenti dengan perlahan tepat di hadapannya. Kaca jendela belakang turun dengan suara mekanis yang halus, menampilkan sosok pria dengan tatapan mata yang mampu membekukan darah siapa pun yang memandangnya.

"Kau terlihat sangat menyedihkan, Lauren."
Suara itu. Berat, datar, namun memiliki otoritas yang tak terbantahkan. Lauren tersentak, matanya membelalak menatap pria di dalam mobil.

"Maverick...?" bisik Lauren, suaranya hampir hilang tertelan deru hujan.

Maverick Kim tidak tersenyum. Ia hanya menatap Lauren dari atas ke bawah dengan tatapan menghakimi, seolah Lauren adalah spesimen rusak yang tidak sengaja ia temukan di jalanan.

"Masuklah. Sebelum kau mati membeku di sini atau ditemukan oleh anjing yang sedang kau hindari itu," perintah Maverick.
Lauren ragu. Ia tahu siapa Maverick. Ia tahu bahwa pria ini adalah bagian dari masa lalunya yang paling membingungkan. Namun, ketakutannya pada sang 'masa lalu' jauh lebih besar daripada kecemasannya pada pria dingin ini. Dengan tangan gemetar, Lauren membuka pintu mobil dan masuk ke dalam aroma parfum kayu cendana dan kulit mewah yang mendominasi kabin.

Keheningan yang mencekam menyelimuti mereka selama beberapa menit. Maverick tidak menoleh sedikit pun, ia tetap menatap lurus ke depan.

"Kenapa kau membantuku?" tanya Lauren dengan suara parau.
Maverick akhirnya menoleh. Sudut bibirnya terangkat sedikit, namun itu bukan senyum keramahan; itu adalah seringai predator.

"Membantumu? Jangan terlalu percaya diri, Lauren. Aku tidak memberikan bantuan. Aku memberikan penawaran."

Lauren mengernyit, rasa waspadanya kembali bangkit. "Penawaran apa?"

Maverick merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah map hitam tipis dan meletakkannya di pangkuan Lauren.

"Bacalah. Dengan teliti," ucap Maverick singkat.
Lauren membuka map tersebut. Matanya membelalak saat membaca judul dokumen di halaman pertama:

Perjanjian Pernikahan Kontrak

"Apa-apaan ini?" Lauren mendongak, menatap Maverick dengan tidak percaya. "Menikah? Kau gila? Kita bahkan tidak lagi dekat sejak belasan tahun!"

"Aku tidak sedang mengajakmu berkencan, Lauren. Aku sedang menawarkan jalan keluar," jawab Maverick dingin.

"Kau sedang berlari dari pria yang menghancurkan mental dan fisikmu, bukan? Kau tidak punya uang, tidak punya tempat berlindung yang aman, dan kau tahu persis bahwa pria itu memiliki koneksi untuk menemukanmu di mana saja di kota ini."

AMOR FATI ; THE BLACK DOGStories to obsess over. Discover now