Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Prolog.

1.9K 172 0
                                        

Ada yang bilang Laut Selatan itu angker. Ada yang bilang keramat. Ada yang bilang jangan bersiul di tepi pantai waktu matahari mau tenggelam, jangan sebut nama sembarangan waktu ombaknya lagi tinggi, jangan pernah menganggap laut itu cuma air.

Orang-orang kampung di sini tidak menyebut semua itu sebagai larangan. Mereka menyebutnya adat. Dan ada perbedaan besar di antara keduanya meski dari luar kelihatannya sama.

Larangan datang dari takut.

Adat datang dari tahu.

Mereka yang lahir dan besar di tepi laut ini tahu bahwa air yang membentang di depan rumah mereka bukan hanya tempat mencari ikan. Bukan hanya sumber nafkah, tapi ada sesuatu yang sudah ada jauh sebelum kampung ini berdiri, jauh sebelum dermaga kecil itu dibangun oleh tangan-tangan yang sebagian sudah tidak ada.

Sesuatu yang tidak selalu terlihat tapi selalu ada.

Dan kadang di antara orang-orang yang hidup di tepinya, ada yang tanpa memilih menjadi titik temu antara dua dunia yang harusnya tidak terlalu sering bersinggungan.

Wening adalah salah satunya.

Meski dia belum tahu itu.

Belum sama sekali.





Wening Sekar Samudra as Winter.

Tirta Ayu Welas as Karina.

Rembulan Padhang (Bulan) as Ryujin.

Daun Yasmin Karang (Ayas) as Yujin.

Mitulung Aksani (Alung) as Minji.

Segara Wening (Wrn)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang