Setiap orang memegang hak mutlak atas definisi "Cinta" dalam kamus hidup mereka—sebuah hak yang sayangnya, sering kali dibayar dengan harga yang mahal.
♡♡♡
Bagi Ibel, cinta pertama bukanlah tentang kupu-kupu di perut atau debaran manis yang puitis. Itu adalah sebuah badai yang meluluhlantakkan dunianya. Saat itu, ia masih terlalu hijau untuk memahami kompleksitas perasaan. Dengan kepribadiannya yang pemalu dan cenderung tertutup, ia hanya mampu mendekap rapat perasaannya dalam diam, membiarkan gejolak itu membakar dari dalam.
Ketika akhirnya cinta itu retak, rasa sakitnya bukan sekadar patah hati biasa; itu adalah luka yang menghunjam dalam. Sesuatu di dalam dirinya—cahaya yang dulunya benderang—perlahan meredup, digantikan oleh sunyi yang menyiksa.
Ia terperosok ke dalam kegelapan yang panjang. Demi menyembunyikan retakan di hatinya, Ibel menarik diri dari dunia. Ia mulai membangun tembok tinggi, menghindari tawa dan kehangatan sahabat-sahabatnya, memilih untuk bersembunyi dalam kesunyiannya sendiri.
Ibel adalah tipe manusia yang terlalu takut untuk menunjukkan sisi rentannya. Rasa malu yang berakar terlalu kuat membuatnya lebih memilih menelan rasa sakit sendirian daripada harus memperlihatkan jejak air mata di balik topeng ketegarannya.
YOU ARE READING
Eschew Them (Versi : 2026)
RomanceTakdir dan naluri menuntunku melalui segala hal buruk.. Hingga aku menemukannya... Dia seseorang yang menawarkan diri menjadi tembok kokoh untuk melindungiku... Ibel
