BOBROK

3 0 0
                                        

Jam 17.10 aku memutuskan untuk tidur. Tadinya ku pikir, ah, tidak usah tidur, nanti malam juga aku pasti tidur. Jadi dari siang aku menahan rasa malas dan kantuk ku dengan memperbaiki isi tugas akhir ku yang memang harus dikumpulkan hari ini juga agar kepercayaan dosen penguji ku tidak berkurang kepada ku.

 Jadi dari siang aku menahan rasa malas dan kantuk ku dengan memperbaiki isi tugas akhir ku yang memang harus dikumpulkan hari ini juga agar kepercayaan dosen penguji ku tidak berkurang kepada ku

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Sekarang ini aku hidup di tengah penderitaan mahasiswa tingkat akhir. Atau, sebelum itu, ya. Semua berawal dari semester 6 setelah aku menyelesaikan magang. Semuanya dimulai ketika setelah sekian lama aku tidak datang ke kampus, aku mampir untuk melakukan proses publikasi laporan magang ku ke perpustakaan. Semuanya dimulai ketika aku membuka helm, melihat ke ujung bangunan berbentuk rumah sederhana yang selalu dipakai untuk praktik mahasiswa dari jurusan desain produk.

 Semuanya dimulai ketika aku membuka helm, melihat ke ujung bangunan berbentuk rumah sederhana yang selalu dipakai untuk praktik mahasiswa dari jurusan desain produk

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Ketika aku tertidur, aku merasa tubuh ku di injak-injak oleh seseorang yang berdiri di atas ku. Aku tidak dapat membuka mata tetapi aku berhasil berjalan perlahan supaya bisa keluar dari dalam kamar. Aku berteriak dan melihat ibu ku sedang makan siang di ruang tengah. Ketika aku berteriak, suara ku diikuti oleh suara berat yang suaranya lebih keras dari suara ku, aku merasa seolah aku bersuara di tengah lautan dalam, terendam dan sulit menembus dunia luar.

Ketika aku berhasil keluar kamar, aku terasadar bahwa yang aku alami adalah mimpi. Namun begitu saja, aku terbangun lagi. Aku mengulang hal yang sama, tapi kali ini mata ku dapat ku buka. Aku melihat sekitar, tidak ada orang. Suara berat yang lebih besar dari suara ku masih ikut menggema ketika aku berteriak kuat-kuat.

Kemudian aku terbangun lagi, kali ini aku merasakan suhu panas dan keringat yang membasahi punggung dan leher belakang. Aku mencoba mencerna kembali apakah aku sedang bermimpi? Tidak. Ini bukan mimpi seperti 2 kejadi sebelumnya, kali ini aku betulan sudah bangun. Segera, aku pergi mandi dan membantu ibu menyiapkan makan malam. Aku melihat suasana rumah ku sembari membantu ibu menyiapkan emapt mangkuk soto. Semuanya normal. Maka kali ini, aku sangat yakin bahwa aku tidak sedang ketindihan lagi.

Aku teringat bahwa besok aku harus pergi ke kampus untuk melakukan bimbingan skripsi. Dua hari sebelumnya secara berturut-turut, aku sudah datang untuk melaporkan hasil revisi. Meskipun aku sudah dinyatakan lulus, tapi ternyata aku masih melalui yang namanya perbaikan. Yah, hidup tidak lernah semudah itu. Dan, hidup, tidak pernah sesempurna itu.

Hi! Heaven is Calling YouStories to obsess over. Discover now