Hilang

0 0 0
                                        

"Hallo Tante i'am coming," ujar seorang wanita yang bersuara khas 8 oktafnya siapa lagi kalau bukan Dira.

"Eh nak Dira masuk nak," ujar melati yang masih sibuk dengan pekerjaannya.

"Nadinnya kemana Tan?" tanya Dira yang tak melihat keberadaan sahabatnya.

"Nadin lagi di kamar mandi dia baru sadar tadi pagi," jawab melati.

"Hoalah gitu ya Tan, Alhamdulillah kalau Nadin udah sadar," ujar Dira.

"Eh iya ini Dira bawa makanan buat sarapan," ujar Dira sambil menaruh plastik berisi makanan.

"Eh Nadin hati-hati sini aku bantu," ujar Dira setelah melihat Nadin bersusah payah untuk keluar dari kamar mandi.

"Makasih Dir," ujar Nadin.

"Sayang sarapan dulu, itu tadi di bawain sama susternya abis itu minum obat ya," ujar Melati sambil menaruh nampan berisi sarapan yang di berikan oleh suster tadi.

"Makasih Tante," ujar Nadin.

"Sini aku suapin ya, biasanya kan kamu yang nyuapin aku sekarang gantian hehe," ujar Dira mengambil alih nampan yang berada dalam pangkuan Nadin.

"Tante titip Nadin ya nak Dira, Tante mau ke tempat Anita dulu," ujar Melati sambil membawa nampan berisi air hangat untuk Anita.

"Oke Tante, Eh Dira boleh ajak Nadin keluar sebentar gak Tan? cuma di taman depan doang," ujar Dira sambil mengambil sesendok nasi untuk Nadin.

"Iya boleh nak, jangan terlalu jauh dan lama ya Nadin perlu banyak istirahat," ujar melati sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.

"Yaudah habisin dulu sarapannya abis itu kita keluar kamu kan seminggu ini di dalam ruangan tertutup terus pasti butuh udara segar hehe," ujar Dira sambil melanjutkan menyuapi Nadin.

**

"Hmm makasih ya Dir kamu udah perhatian banget sama aku," ujar Nadin sambil menarik napas dan menikmati kesegaran lingkungan taman rumah sakit.

"Kita kan sahabat bahkan kamu udah aku anggap saudara sendiri jadi gak perlu sungkan," ujar Dira.

"Eh iya kak Rio katanya kak Rio mau kesini jam 7, ini udah hampir jam 8 dia belum juga sampai," ujar Dira sambil mengecek handphone nya.

"Kak Rio itu siapa, namanya terdengar familiar tapi kok aku gak ingat dia siapa," ujar Nadin sambil memegang kepalanya.

"Kamu gak ingat siapa kak Rio ?" Tanya Dira.

"Hmm ... Aww aku gak ingat dir, emang dia siapa?" Nadin kembali bertanya.

"Yaudah gak usah di paksa kalau emang gak ingat," ujar Dira sambil menenangkan Nadin.

"Nih minum dulu," sambungnya.

"Makasih Dir," ujar Nadin sambil meminum air yang di berikan dira.

"Kasihan banget karena kejadian itu kamu sampai lupa sama cinta pertama mu," ujar Dira dalam hati.

"Dira ... Nadin ... Kalian kok ada di luar bukannya Nadin masih sakit," ujar seorang pria berparas tampan wajahnya yang khas blasteran Indonesia - Turki siapa lagi kalau bukan Reno.

"Eh astagfirullah bang Reno ngagetin kita aja nih, Untung gak ada riwayat penyakit jantung," ujar Dira sambil memukul pelan pundak kakaknya.

"Hehe ya maaf dek, eh iya btw tadi Rio telpon katanya dia kesini agak siang sambil mau jenguk Anita," ujar Reno sambil duduk di samping Dira.

"Eh iya bang gimana tuh yang nabrak Nadin, Udah di proses?" tanya Dira.

"Belum dek masih cari pelaku utamanya, kata polisi di perkirakan pelaku utamanya sama seperti kasus 3 tahun yang lalu, kasus yang membuat keluarga Nadin menderita," jawab Reno.

"Hoalah gitu ya, kalau ketemu sama pelakunya pengen banget aku maki - maki dia, kesel banget korbannya bukan cuma 1 loh udah beberapa orang yang jadi korban," ujar Dira.

"Menurut Abang alasan dia ngelakuin kejahatan itu apa ya, aku bingung loh bang padahal keluarga Nadin tuh baik banget sama semua orang dan gak pernah punya musuh tapi kok ada aja orang yang mau nyelakain keluarga Nadin," sambungnya.

"Abang juga gak tau dek, kita tunggu kabar dari kepolisian aja dek," ujar Reno.

Dira & Reno pun terbuai dalam obrolannya hingga tak sadar bahwa Nadin sudah tak berada di dekatnya.

"Eh bang bentar kayak ada yang kurang deh ... Bang Nadin kemana?" Ujar Dira sambil melihat sekeliling tempat mereka duduk.

"Eh iya dek, kok bisa kita teledor sih," ujar Reno sambil bergegas mencari keberadaan Nadin.

"Dek, kamu cari di ruang inap Nadin sama Anita ya Abang cari sekitar taman ini," ujar Reno dan di balas anggukan kecil dari Dira.

**

"Pak tadi ada yang pake baju pasien lewat sini tingginya sekitar 160, nah ini fotonya pak," ujar Dira sambil menunjukkan gambar di ponselnya.

"Dari tadi bapak jaga disini gak ada kok neng," ujar salah satu satpam yang berjaga di pintu masuk rumah sakit.

"Bud kamu lihat orang ini gak tadi?" Tanya satpam tadi pada rekan kerjanya.

"Oh itu perasaan tadi saya lihat dia lagi ngobrol sama anak kecil di dekat Ruang UGD," jawab satpam yang bernama Budi itu.

"Oh gitu ya, makasih pak informasi nya, Abang yuk buruan keburu hilang lagi," ujar Dira sambil berlari & menarik tangan kakaknya menuju tempat yang dikatakan satpam itu.

"Dek pelan-pelan nanti kesandung," ujar Reno terengah-engah.

------------------------------------------------------------------------

Kira-kira bagaimana kelanjutan ceritanya ???

Stay terus di cerita ini ya 💖

Happy reading 🥰

Jangan lupa vote, coment, Kritik dan saran yang membangun.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 14 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Untukmu Aku Bertahan [ On Going ]Stories to obsess over. Discover now