PROLOG

9 0 0
                                        





Drrrrnggggg drrrngggggg,,,, ,,,,, (handphone yang bergetar tapi g ada deringnya)

"Sial dia ga angkat lagi telponku",,kata juan dengan muka penuh amarah

" jadi apakah ini akhirnya? Apakah cukup sampai disini? Apakah semudah itu bagimu?" Mulut juan bergumam sambil mencoba kembali menelpon

"Drrergggggg Drggggggg"

"Drrrrgggggg Drggggggg"

"Drgggggggg Drggggggg"

Hp ersa pun kembali bergetar

Dengann amarah ersa menutup hp itu dengan bantalnya

" duh apalagi si" ucap ersa dengan penuh amarah

Namun hp itu terus bergetar shingga ersa pun mengangkat telponny

" APA LAGI SI!!" ucap ersa dngan penuh amarah

" maaf kak ini dengan kak ersa ya?" Ini saya didepan ini nganter pesanan

Ternyata itu telpon kurir yang mau nganter dimsum mentainya

" oiya kak ini saya kedepan" dengan wajah malu diapun keluar mengambil pesanannya

" terimakasih kak,, maaff ya kak hehe"

Diapun masuk kmbali kekamarnya lalu memakan dimsumnya sambil bergumam
" akhh malu bet, gua kira si juan"

Lalu hpny kembali bergetar

Drrgghhhhh drrrgggggghhhh

Drrghhhhh drrghhhhhhh

" Kali ini pasti juan" ucap ersa yang tadi awalny malu kembali marah smbil melihat hp nya

Tebakanny ternyata benar itu juan yang telpon

" APA!?,, MAU APA LAGI SI?" Ucap ersa

" sayang..." dengan nada lembut juan

Ersa pun tambah marah
" sayang?? UDAH!! CUKUP YA!! "

" jadi cukup disiini aja?" Ucap juan dengan rasa sakit matanya berkaca kaca

"Udah ya!! Ini semua karna ulahmu sendiri,, lain kalii perhatikan sikapmu aku udh muak!!"



Bersambung....

Você leu todos os capítulos publicados.

⏰ Última atualização: Jun 09 ⏰

Adicione esta história à sua Biblioteca e seja notificado quando novos capítulos chegarem!

Ini Maumu Bukan MaukuHistórias para pegar e não largar. Descubra agora