Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
SON ALEXA
Kalau kampus itu sebuah ekosistem, maka Son Alexa adalah spesies langka yang seharusnya masuk penelitian.
Anak Fakultas Seni. ✔️ Semester lima.✔️ Bakatnya gila, tempramentnya juga.✔️
Alexa punya wajah yang bikin orang bingung. Kadang cantik, kadang ganteng. Kadang dua-duanya sekaligus sampai orang yang lihat jadi krisis identitas.
Dan yang paling ngeselin? Dia sadar kalau dirinya menarik. Makanya makin songong.
⸻
"Lex, lu masuk kelas hari ini?" Dahyun nanya di grup.
Alexa yang baru bangun jam sebelas siang ngeliat notifikasi sambil merem sebelah.
Alexa : matkul apaan
Juya : teori warna
Alexa : masuk
Dahyun : lah kemaren sejarah seni ga masuk
Alexa : ga suka dosennya
Juya : ...
Dahyun : ...
Juya : alasan lu makin hari makin ga ngotak
⸻
Alexa memang terkenal susah diatur. Dia kuliah sesuai mood, kalau suka mata kuliahnya? Dateng. Duduk paling depan, aktif. Nanya mulu, sampe nilainya A.
Kalau ga suka? Hilang, lenyap, raib.
Bahkan dosen pernah absen sambil bilang,
"Son Alexa?"
Hening.
"Masih hidup ga dia?"
Teman-temannya udah hafal, karena Alexa memang aneh. Dia bisa begadang tiga hari demi nyelesaiin mural, tapi males datang kuliah jam delapan pagi. Padahal kosannya cuma lima menit dari kampus.
•
Selain mulutnya yang kayak peluru kendali, Alexa juga terkenal karena tato, banyakbanget.
Di jari ada. ✔️ Di lengan ada.✔️ Di belakang telinga ada.✔️
Bahkan pernah suatu hari pas lagi ganti jaket di studio seni...
Ada mahasiswa baru yang ngeliat sekilas tato besar di punggungnya.
Besoknya langsung jadi gosip satu kampus.
"Anjir katanya tato punggung Alexa gede banget."
"Gambarnya apa?"
"Katanya naga."
"Bukan, katanya tengkorak."
"Bukan, katanya malaikat."
Alexa yang lewat, "Katanya otak lo pada juga ada, nyatanya kagak."
Yang lucunya... Semua desain tato itu hasil gambar dia sendiri. Karena Alexa punya satu prinsip, 'Kalau mau nempel permanen di badan. Minimal harus karya sendiri.'