Malam itu, kamu memulai obrolan yang tidak pernah lagi aku harapkan terjadi. Sejak malam itu, aku tidak pernah berhenti memikirkannya.
Aku bertanya pada diriku sendiri, setelah begitu banyak orang baru datang dan pergi dari hidupku, apakah aku akan tetap berputar di lingkaran yang sama?
Ternyata, saat itu aku memilih untuk tetap berada di lingkaran yang sama. "Hal baru belum tentu semenyenangkan itu," kataku.
Aku terus mencarimu dalam setiap orang yang kutemui. Kamu selalu tahu kalau aku takut sendirian dan tidak akan bisa berjalan sendiri. Dulu, kamu selalu ada sebagai penenang, bahkan hanya lewat sepenggal kalimat.
Sampai akhirnya kamu berkata, "Berdua lebih menyakitkan, Es."
Saat itu aku belum memahami semua yang kamu katakan kepadaku. Lebih buruk lagi ketika kamu berkata, "Kita berdua sudah tidak ada. Sudah tidak bisa."
Aku tidak mengerti. Kenapa? Kenapa kita tidak akan bisa, padahal kita bahkan belum mencoba lagi?
Aku mulai merasa begitu menyedihkan—mencintai seseorang yang tidak menginginkan dirinya untuk kucintai.
Aku sangat ingin ada "kita" di kehidupan yang sekarang. Mengapa aku merasa begitu salah menginginkan hal itu terjadi?
Aku tidak pernah mencintai seseorang seperti aku mencintaimu, Sagit, and I don't think I could ever do it twice. Semuanya akan terasa berbeda dengan orang lain.
Aku membenci kenyataan melihat dirimu mencintai seseorang yang tidak mencintaimu. Karena aku pernah sangat ingin berada di posisi itu.
Kata demi kata aku susun di kertas kosong tentang betapa aku sangat mencintaimu. Lembaran yang berisi ribuan kata, yang bahkan semesta pun tahu tidak akan sampai ke tujuannya.
Aku menulis jurnal harianku biasanya, selalu ku selipkan namamu di setiap halamannya. Aku menceritakan hari ku kepadamu—seakan aku merasakan kehadiranmu di setiap hariku.
Seakan kita masih saling mencintai.
Dan setelahnya , aku memutuskan untuk mengenangmu untuk selamanya. Bukan karena aku tidak ingin merelakan mu, aku hanya ingin menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan hidupku.
Banyak orang bilang "if you fall in love with writers, you will never die", dan, hai? Kamu selamanya hidup di tulisanku.
