Perkenalan + Prolog

9.1K 608 29
                                        

Perkenalan Karakter

Shen Yulan (沈玉兰)
Omega Dominan

Usia: 21 tahun

Selir tingkat rendah yang tinggal di Istana Qianhua, sebuah istana terpencil yang hampir dilupakan.

Setelah mengingat kehidupan sebelumnya sebagai ilmuwan, ia memutuskan untuk mengubah nasibnya sendiri.

Cerdas, logis, dan lebih suka bereksperimen daripada mencari perhatian kaisar.

Aroma pheromone: Bunga magnolia setelah hujan.

Xiao Zhenrui (萧振睿)
Enigma

Usia: 28 tahun

Kaisar Dinasti Tian.

Dikenal dingin, kejam, dan sulit ditebak.

Di dalam novel asli, ia adalah penguasa yang hanya mencintai tokoh utama omega dan mengabaikan seluruh selir lainnya.

Namun setelah Shen Yulan berubah, perhatiannya perlahan bergeser.

Aroma pheromone: Kayu cendana dan salju musim dingin.

Gu Mingze (顾明泽)
Alpha

Perdana Menteri termuda di istana.

Salah satu tokoh penting yang nantinya menemukan kejeniusan Shen Yulan.

Menjadi teman sekaligus pelindung politiknya.

Bai Lianhua (白莲华)
Omega

Tokoh utama asli novel.

Selir kesayangan yang dicintai seluruh penghuni istana.

Lembut dan anggun di luar.

Namun tidak sesederhana yang terlihat.

Xiao Yichen (萧奕辰)
Alpha

Adik tiri Kaisar.

Pangeran yang terkenal santai dan tidak tertarik politik.

Orang pertama yang mengunjungi Istana Qianhua dan menemukan berbagai penemuan Shen Yulan.

_________________________

Prolog

Hujan turun deras di malam eksekusi.

Lutut Shen Yulan menempel pada tanah yang dingin.

Rantai besi membelenggu kedua tangannya.

Di depan gerbang istana, para pejabat berdiri menyaksikan.

Tidak seorang pun membelanya.

Tidak seorang pun mempercayainya.

"Aku tidak meracuni pangeran..." suaranya serak.

Namun tuduhan telah dijatuhkan.

Bukti telah dipalsukan.

Dan seseorang membutuhkan kambing hitam.

Maka dirinya dipilih.

Di atas balkon istana, Kaisar Xiao Zhenrui berdiri mengenakan jubah naga hitam.

Tatapan pria itu dingin.

Tidak ada kemarahan.

Tidak ada kesedihan.

Seolah kematian Shen Yulan tidak berarti apa-apa.

"Selir Shen."

Suara kepala kasim menggema.

"Atas perintah Yang Mulia, hukuman mati akan segera dilaksanakan."

Shen Yulan tertawa pahit.

Begitu tragis.

Begitu konyol.

Ia menghabiskan seluruh hidupnya mengejar cinta seseorang yang bahkan tidak mengingat wajahnya.

Pedang algojo terangkat.

Kilatan logam memantulkan cahaya petir.

Lalu semuanya menjadi gelap.

...

Ketika membuka mata kembali. Ia tidak berada di tempat eksekusi.

Tidak ada darah.

Tidak ada rantai.

Tidak ada hujan.

Yang terlihat hanyalah kanopi tempat tidur berwarna hijau muda.

Shen Yulan terdiam.

Kemudian duduk perlahan.

Di luar jendela, para pelayan berbicara pelan.

"Besok adalah jamuan musim semi."

"Katanya Yang Mulia akan memilih selir baru."

Tubuh Shen Yulan membeku.

Jamuan musim semi.

Pemilihan selir.

Bukankah itu awal cerita?

Tangannya gemetar.

Ia segera berlari menuju cermin perunggu.

Wajah yang sama.

Tubuh yang sama.

Usia yang lebih muda.

Tepat sebelum semua tragedi dimulai.

Kesadaran itu menghantamnya seperti petir.

"Aku..."

Shen Yulan menatap pantulannya.

Lalu perlahan tersenyum.

Senyum yang membuat para pelayan di belakangnya merinding.

"Kali ini aku tidak akan mengejar Kaisar."

"Aku tidak akan masuk dalam permainan harem."

"Aku tidak akan mati demi kesalahan orang lain."

Sebaliknya. Ia akan hidup nyaman di istana terpencil.

Menanam sayuran.

Membuat penemuan.

Mengumpulkan uang.

Dan jika perlu... Kabur dari ibu kota sebelum akhir cerita.

Sayangnya, Shen Yulan belum tahu satu hal.

Takdir mungkin bisa diubah.

Tetapi rasa penasaran seorang kaisar...

Jauh lebih sulit dihindari.

_______________________________________ 🖤

Selir Terbuang Yang Tak Lagi Mengejar Takdir Stories to obsess over. Discover now