Bagaimana jika sahabatmu yang kamu benci berubah status menjadi suamimu hanya karena sebuah gangguan makhluk tak kasat mata? Itulah yang dialami oleh Assa Lengkara-pemuda desa yang memiliki paras tampan namun juga cantik secara bersamaan. Ia yang ha...
🚫 Disclaimer : semua yang ada didalam cerita ini hanya karangan saya semata. Sebuah imajinasi liar yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Semata-mata hanya untuk menghibur kalian. Dan tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. Harap bijak memilah bacaan yang sesuai dengan kriteria Anda sekalian.
Panggil saya dengan sebutan Mommy, Mami, Ibu, Buna, atau senyaman kalian saja ^^
[ Mada Assa ]
"Arjuna! Lihat deh. Cantik banget kan, kerangnya?" Assa memperlihatkan kerang yang ia dapatkan saat bermain di tepi pantai pada sosok Mada yang tengah duduk di batang pohon tua yang sudah lama dipotong.
"Iya. Cantik."
"Ck! Aku nunjukin kerangnya, kenapa malah ngelihatin aku?!" Kesalnya saat mendapati Mada malah menatap dirinya dan bukan pada kerang yang ia tunjukkan.
"Aku udah lihat, Sa, makanya ku jawab."
"Udahlah, nggak asik kamu." Assa lagi-lagi hanya berdecak kesal dan tanpa sadar mempoutkan bibirnya. Sementara Mada yang melihat ekspresi lucu sosok yang lebih muda satu tahun dari itu hanya bisa menyunggingkan senyum tipis dengan menggelengkan kepala.
Matanya terus memperhatikan sosok Assa yang tengah bermain dengan ombak. Setiap gerakan Assa, tidak luput dari pengamatan Mada. Tawa riangnya mengalun begitu nyaring namun terdengar indah ditelinga remaja berusia 16 tahun itu.
"Hai, Mada. Kamu disini juga?" Sapa seorang gadis remaja yang kini duduk di samping Mada.
"Iya." Jawabnya tanpa menatap sosok yang ada di sampingnya.
Kanina, remaja perempuan yang berusia 15 tahun itu dan merupakan sahabat Assa ikut tersenyum saat matanya mengikuti arah pandang Mada.
"Kenapa kamu nggak ikut main ombak bareng Assa?" Tanyanya, berusaha menghilangkan keheningan di tengah-tengah mereka.
"Lagi nggak pengen."
Kanina hanya bisa mengangguk dengan jawaban datar laki-laki disampingnya itu.
"Kamu ngapain kesini?" Kini Mada yang bertanya.
"Kenapa? Apa aku ganggu waktu kamu sama sahabatku, Assa?"
"Assa juga sahabatku."
Remaja perempuan dengan paras cantik itu sontak terkekeh pelan. Entah apa yang membuatnya tertawa, yang jelas jawaban ketus Mada seakan menggelitik perutnya.
"Iya, iya... Kamu juga sahabat Assa." Ucapnya melirik Assa sebentar yang sama sekali belum menyadari kehadirannya. Ia lalu kembali menoleh pada Mada yang sedikit pun tidak meliriknya. "Tapi nanti jadi pacarku." Ucapnya yang langsung membuat Mada menatapnya tajam.
"Apa maksud kamu?" Suara Mada terdengar biasa saja, namun jika melihat tatapan remaja laki-laki itu, siapapun mungkin sudah bergidik ngeri karena tatapannya yang begitu tajam.
Namun sayangnya tidak dengan Kanina yang tampak biasa saja. Remaja perempuan itu semakin tersenyum lebar, tanpa menyadari jika Mada mengepalkan tangannya erat disamping tubuhnya.
Mada menoleh cepat keasal suara. Dan mendapati sosok Assa yang tengah memanggil dirinya. Matanya yang tajam dapat menangkap wajah kesakitan dari sahabatnya itu. Tanpa berlama-lama, ia bangkit dari duduknya dan berlari menghampiri Assa, meninggalkan Kanina yang tersenyum namun tampak aneh.
🍀🍀🍀
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mada Arjuna 24 tahun Tinggi 179 cm
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.