Chapter-0

15 3 4
                                        

Jakarta Pusat menjadi sumber saksi sejarah awal pertama berdirinya nama komunitas youth internasional service didirikan.

Lampu kendaraan menerangi setiap pantulan jendela kaca gedung tua dekat depannya sebelah kanan adalah lift sedangkan pojoknya kiri merupakan pintu utama hall Gereja Glow Fc untuk beribadah hari Minggu. Di dalam ruangan meeting itu, hanya ada meja bundar dan kursi yang megah.

Novia merupakan seorang volunteer aktivis pelayan muda di gerejanya walaupun dirinya juga bukan statusnya berprofesi sebagai Idol K-pop/G-pop. Meskipun duduknya sendirian di depan laptop kerja miliknya, Novia sambil buatin grup whatsapp pertama kali kumpulkan orang-orang yang ada di kontak Novia sendiri simpan untuk ajak teman-temannya bikin gebrakan "Youth Community Internasional Service" sambil buatin mulai dari struktur Deskripsi Grup, Polling Vote nama Youth Community Internasional Service, Sambil ngerjain file dokumen proposal mengenai Youth Community Internasional Service dibuat secara abstrak.

Jauh dari kata rapi, kabel berserakan, gelas kopi sachet menumpuk di sudut meja diletakkan dalam keranjang dekat tempat isi air mineral, dan sticky notes penuh coretan menempel hampir di seluruh dinding kecil ruangan Novia kerja. Sebagian besar berisi kata-kata aneh yang bahkan belum pernah didengar siapa pun. Apakah pertanda akan ada usulan nama dari Youth Community Internasional Service Novia rancang sendiri?

Isi Polling vote untuk memasuki chat dibuat di SNS Whatsapp
~ Luminex
~ Nexora
~ Velix

Pada nama terakhir mulai usulan keluar namanya, "SOLVEX"

Sambil berpikir panjang dan menatap nama itu cukup lama, seolah sedang mencoba untuk memastikan trademark name ini sudah fiks official menjadi sesuatu yang besar. Sesuatu yang ingin nantinya dikenal banyak orang termasuk jemaat internal sendiri.

Atau namanya bukan lagi ditertawakan semua orang. Melainkan terdengar sangat aneh

Novia
"Masih ada yang belum selesai vote? Secepatnya yaa, supaya gua bakal umumin cepat nama Youth Community Internasional Service kita buat sekarang. Mohon pengertiannya untuk jangan ada namanya lelet ya gess!!"

17:00

Darius Kai
Okkk, otw gue vote

17:04

Ia menarik napas panjang, usai Novia sudah menyelesaikan pembuatan nama group chat tersebut membalas usulan voting Novia rancang mana yang terbaik sebelum akhirnya memutuskan juga untuk mengetik satu kalimat di dokumen proposal akan disusun kembali.

Ruangan dalam suasana yang sepi. Sambil polling vote berlangsung.

Novia kemudian menulis pesan chat pengumuman hasil keputusan vote decision yaitu secara resmi officially yaitu

"SOLVEX - International Youth Service Community."

"Finally we got this!!" Luna dengan ekspresi gembiranya melangsungkan eksekusi pembuatan ngerancang konsep event, narrative, stage. Termasuk juga logo SOLVEX akan dirilis lewat SNS Instagram langsung.

"Akhirnya gua legaaa" Jawab Rey Hanz

Di luar sana, dunia sedang disibukkan dengan konser, fanmeeting, chart musik, fanwar internet, promosi mushow, dan industri hiburan bergerak terlalu cepat. Tidak ada yang tahu kalau di sudut kecil Jakarta ini, seorang pemuda sedang mencoba membangun sesuatu yang bahkan belum tentu dipahami orang lain.

Masalahnya hanya satu.

Novia tidak punya uang besar sepersen-pun.

Tidak ada investor internasional. Tidak ada sponsor mewah. Tidak ada koneksi agensi.
Yang mereka punya hanyalah: printer murah yang sering macet, internet Wi-Fi lambat tengah malam, dan keyakinan yang kadang bahkan terasa lebih rapuh daripada kertas proposal di tangannya.

IDOL MEETS MISSIONStories to obsess over. Discover now