1

366 47 8
                                        

Pertama




"Muak banget gua ngelihatin lo pacaran terus sama Bang Mada."

"Eh, jones, alias jomblo ngenes, kalau nggak suka ngapain ngintilin gua mulu tiap jalan sama Mada!"

Nevin mengusap tengkuknya, "kesepian gue, Han. Gabut banget di kos."

Hansa meletakkan sumpitnya ke atas mangkuk udon salah satu restoran udon terkenal yang telah menjamur; memiliki banyak cabang di Indonesia.

Ia menatap sahabat sejak ospek mahasiswa baru-nya, Nevin.

"Cuma elu, Han, sohib satu-satunya yang mau nampung gua dimana pun dan kapan pun. Oh, atau anggaplah gua ini anak lu sama Bang Mada."

"Ogah gua punya anak kek lu."

"Brengsek."

Hansa tertawa.

Nevin melirik dari sudut matanya. Terlihat Mada telah kembali dengan dua gelas ocha refill di tangan. Senyum pria blasteran negara sirup mapel itu merekah kala Hansa menyambutnya dengan ceria, menerima segelas ocha dingin dari kekasihnya. Pemandangan yang membuat Nevin lagi-lagi menghembuskan napas lelah, memilih menyandarkan tubuh di kursi.

"Kenapa lagi, sih, Nev? Cerita sini, kali aja kita bisa bantu kasih solusi." Mada tertawa sekilas sebelum ber empati, siap menerima curahan kata demi kata dari Nevin.

" Mada tertawa sekilas sebelum ber empati, siap menerima curahan kata demi kata dari Nevin

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Nevindian Pratista, mahasiswa akuntansi semester 4

"Gua nggak tahu, belakangan ini ngerasa overwhelmed banget, capek nugas, capek ujian, belum lagi mikir masalah di rumah."

Mada mengangguk-angguk, "oke... terus?"

Nevin menggaruk pipi halusnya.

"Jadi pengen punya someone to talk."

"Someone to talk apa pelampiasan..." Hansa menggantung kalimatnya.

Nevin berdecak kesal, "ya nggak pelampiasan juga anjir... jahat bener."

"Ya 'kan ada gua di sini, Nev, selalu menemanimu dua puluh empat jam per tujuh hari. Masih kurang lu?"

"Eh, ngaca ya, walau ada gua tapi lu masih butuh gelandotan sama Bang Mada 'kan?!"

Mada yang disebut hanya tertawa kikuk, melirik Hansa dan Nevin yang mulai berdebat.

Pertama (NoMin)Stories to obsess over. Discover now