Pertama (Nomin)
Pertama kali Nevin merasakan bagaimana indahnya di-spam oleh manis tindak tanduk Jagat yang dikenalnya melalui aplikasi nearby.
Apa boleh Nevin menorehkan perasaan segini dalamnya?
"Muak banget gua ngelihatin lo pacaran terus sama Bang Mada."
"Eh, jones, alias jomblo ngenes, kalau nggak suka ngapain ngintilin gua mulu tiap jalan sama Mada!"
Nevin mengusap tengkuknya, "kesepian gue, Han. Gabut banget di kos."
Hansa meletakkan sumpitnya ke atas mangkuk udon salah satu restoran udon terkenal yang telah menjamur; memiliki banyak cabang di Indonesia.
Ia menatap sahabat sejak ospek mahasiswa baru-nya, Nevin.
"Cuma elu, Han, sohib satu-satunya yang mau nampung gua dimana pun dan kapan pun. Oh, atau anggaplah gua ini anak lu sama Bang Mada."
"Ogah gua punya anak kek lu."
"Brengsek."
Hansa tertawa.
Nevin melirik dari sudut matanya. Terlihat Mada telah kembali dengan dua gelas ocha refill di tangan. Senyum pria blasteran negara sirup mapel itu merekah kala Hansa menyambutnya dengan ceria, menerima segelas ocha dingin dari kekasihnya. Pemandangan yang membuat Nevin lagi-lagi menghembuskan napas lelah, memilih menyandarkan tubuh di kursi.
"Kenapa lagi, sih, Nev? Cerita sini, kali aja kita bisa bantu kasih solusi." Mada tertawa sekilas sebelum ber empati, siap menerima curahan kata demi kata dari Nevin.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.