اوووه! هذه الصورة لا تتبع إرشادات المحتوى الخاصة بنا. لمتابعة النشر، يرجى إزالتها أو تحميل صورة أخرى.
🔞🔞🔞🔞🔞
"Tolong tuan jangan mendekat!!!"
Teriakkan itu seakan hanya angin lalu bagi pemuda 25 tahun yang kini tengah di bawah pengaruh alkohol. Sedangkan wanita 30 tahun itu terus terisak ketakutan di sudut ruang memohon belas kasih dari sang majikan.
"Tolong tuan, saya mohon hentikan. Sa-saya sudah tidak sanggup tuan... Tolong!!"
Bagaimana tidak, 3 jam sudah sang majikan bejat itu melecehkan si wanita tanpa ampun. Entah sebanyak apa kadar alkohol yang menguasai dirinya hingga hilang kendali seperti ini.
Bukan, ini bukan yang kesekian kali tapi ini adalah yang pertama kali terjadi antara mereka.
Tangan besarnya berhasil merengkuh kembali tubuh sang wanita yang kini makin gemetar. Mencium paksa bibir ranumnya dengan penuh hasrat tanpa logika. Benang Saliva kini terasa asin bercampur dengan air mata. Sungguh, malam ini gila. Pemuda itu merasakan nikmat dunia yang tiada tara.
Perlahan cumbuannya turun menyisir setiap jengkal ceruk leher jenjang si wanita yang telah penuh dengan bercak merah.
"Mmph"
Satu desahan lolos dari bibir si wanita kala sang pemuda kembali menyesap. Senyum kemenangan terukir pada sudut bibir yang muda. Ia melanjutkan kini kedua tangan kokohnya mengangkat pinggul si wanita untuk duduk tepat di atas pangkuannya.
Kembali meraup manisnya bibir sang wanita hingga lidahnya bergerilya di dalam sana. Tanpa peringatan ia menyatukan miliknya yang kembali menegang ke dalam milik sang wanita.
"Ahh"
Keduanya mendesah.
"Ahh... Tu-tuaanh... Mmph"
Sang muda terus memompa pinggulnya meski posisi ini sulit baginya.
"Bergoyanglah," pintanya kemudian pada si wanita kala gerakannya terhenti.
"Ta-tapi saya tidak tau tuan," jawab si wanita menunduk takut.
Sang pemuda mengangkat dagu si wanita agar menatap matanya, "sebisa mu, ayo lakukan. Buat saya mendesah kenikmatan... Ayo cepat!!" Katanya, menghempaskan dagu itu dengan kasar.
Si wanita perlahan bergerak. Benar sebisanya. Ia menaik-turunkan pinggulnya dengan ragu awalnya namun, ternyata ia merasakan juga kenikmatan dalam posisi seperti ini. Gerakannya semakin gencar. Jemarinya meremas bahu sang pemuda mencari kekuatan. Matanya terpejam, kepalanya mendongak menikmati gerakannya sendiri.
"Ahh... Ahhh... Tuaanh"
"Ahh"
Sang majikan mendesah tak kalah hebatnya merasakan miliknya di manjakan oleh sang wanita. Kedua tangannya tak tinggal diam, kini meremas dua gundukan yang ada di hadapannya. Ia gemas. Bibirnya menyesap punting itu tanpa ampun hingga sang pemilik kelabakan, menggeliat, mendesah tak karuan.
"Ahh... Pelaanhtuaanh"
Sang muda merasa miliknya semakin keras ingin menuju puncak. Segera, ia meminta beralih posisi.
"Menungging, cepat!"
Sang wanita menurut memposisikan dirinya seperti itu semakin memperlihatkan jelas liangnya yang kini memerah dan sedikit bengkak.
"Ahhh... Geli tuanh ahh"
Sang pemuda masih sempat-sempatnya bermain lidah di sana sebelum akhirnya memasukinya.
"Ahh... Milik mu sempit sekali... Aku tidak mau membaginya dengan orang lain,"
Plak.
Satu tamparan keras mendarat pada bokong si wanita hingga meninggalkan bekas merah.
"Ahhhh sa-saya ahhhh"
Sang wanita mendapatkan pelepasannya terlebih dulu karna begitu dalam dan kencang sang majikan bergerak.
Plak.
Satu tamparan bokong kembali mendarat.
"Ahhhhh... Fuck"
Sang pemuda ambruk di atas punggung si wanita setelah pelepasannya di dalam rahim yang hangat.
"Tu-tuan, kenapa di dalam?" Tanyanya ragu.
"Enak. Milikmu nikmat sekali Jena." jawaban bodoh itu enteng sekali terucap, kemudian ia melepaskan diri dan terkulai lemas kehabisan tenaga.
اوووه! هذه الصورة لا تتبع إرشادات المحتوى الخاصة بنا. لمتابعة النشر، يرجى إزالتها أو تحميل صورة أخرى.