Pada suatu hari tinggal seorang gadis yang bernama Sridevi Anastasya Danendra Biasanya di panggil Devi seorang mahasiswi biasa yang sedang mengerjakan skripsi hari ini ia akan pergi ke sebuah mall untuk berbelanja dan bertemu dengan seorang pemuda Afandra Mahesa Birawa Biasa di panggil Afan seorang dokter Spesialis Kandungan dan Ginekologi (Sp.OG) yang tampan, Terkenal karena kemampuan di bidang kedokteran, Dikenal banyak orang Dan terkenal mesum.
Devi : Aw... (tidak sengaja bertabrakan dan devi terjatuh)
Afan : Maaf saya ga sengaja (dengan mengulurkan tangannya)
Devi menepis tangan itu
Sridevi : Gue bisa berdiri sendiri
Afan : Kau... Sombong sekali dibantuin tidak mau
Sridevi : Heh terserah saya dong, Bukan urusan you berjalan pergi
Afan : Gadis itu ngeselin banget tapi menarik
Skip.
Keesokan harinya Devi perjalanan di koridor kampus dan mencapa banyak mahasiswa dan mahasiswi di sini Devi mau pergi ke kantor yang mengurus/ membimbing skripsinya yang selalu ditolak.
Devi : Hari ini masa di tolak lagi udah beribu ribu gue buat skripsi selalu saja di tolak sama itu guru pembimbing (kesal)
Devi Semoga saja kali ini tidak di tolak (berharap tidak di tolak)
Devi pun sudah berdiri di depan pintu guru pembimbing dan mengetuk pintu.
Tok tok tok.
Devi : Assalamualaikum pak ini devi mau ngumpul skripsi
Guru pembimbing devi adalah Pak Mamat
Pak Mamat : Masuk
Devi pun masuk ke dalam.
Devi : ini pak skripsi saya (dengan menaruh di meja pak mamat)
Devi : Saya permisi pak
Pak Mamat : iya (dengan memangguk)
Devi pun keluar dan berbantin "Semoga saja kali ini tidak di tolak)
Setelah itu devi masuk ke dalam kelas.
Mala : gimana Dev udah loh kumpulin skripsi loh (tanya teman Devi bernama Nirmala Sanjaya biasa di panggil mala, sahabat Devidari kecil)
Devi : Sudah sih tapi semoga saja kali ini tidak di tolak lagi
Mala : Tapi dev guru pembimbing pasti punya alasan kenapa skripsi seseorang ditolak mungkin karena tidak sesuai dengan konsep, atau tidak sesuai kompetisi atau bidang biasanya kan elo kayak gitu selalu berbuat tidak sesuai dengan bidang
Devi : Iya iya mal ga usah di bahas lagi deh itu sudah masa lalu sekarang gue sudah berubah ngerti
Mala : Iya gue tau, Gue pergi dulu mau ke kantin loh ikut ga
Devi : Gak deh
Sebelum mala pergi dia bilang sesuatu ke Devi.
Mala : Dev loh jangan sia sia waktu berharga loh demi kesenangan loh dan jangan membuang nya begitu saja karena gue tau loh kayak gimana
Devi terdiam dan tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh mala dan mencari di google apa arti waktu berharga (Precious time)
Devi : oh jadi waktu berharga itu
Waktu yang Terbatas, Momen Bermakna, Komoditas yang Tak Tergantikan, meskipun begitu aku belum mengetahui apa gue punya waktu berharga
Skip.
Pulang kampus devi bukan pulang ke rumah malah pergi ke sebuah club malam.
Devi : Wah... Disini banyak orang dan waktunya bersenang senang
ESTÁS LEYENDO
ONE SHOOT (DEFAN)
Romancebercerita tentang one shoot defan dengan berbagai genre bisa ada kata kata kasar, kekerasan, dan 21+
