.
.
.
• 📖 •
.
Happy Reading
.
.
Disebuah kota, tepatnya di Jawa Barat kota Bandung. Seorang gadis tengah menikmati secangkir hot cocolate diteras cafe.
Menikmati semilir angin yang sejuk dan padatnya kota siang ini, banyak warga setempat atau wisatawan yang berlalu-lalang didepan cafe, menikmati weekend dengan indahnya kota Bandung.
Secangkir hot cocolate dan cake strawberry dengan cream vanilla diatasnya juga satu buah strawberry diatasnya, menemani dirinya yang sedang bersantai.
Tik.tik.tik
Bunyi tetesan air hujan terdengar dari genteng cafe dan dengan bulir air yang jatuh membasahi jalanan, membuat beberapa orang lantas berlari untuk meneduh.
Semakin lama hujannya semakin deras, dari teras cafe dapat ia rasakan hembusan angin yang cukup kencang membuat bulu kiduknya menggigil, kedinginan.
Sesekali suara petir terdengar membuat gemuruhnya saling bersahutan, bukannya takut ia justru menikmatinya. Suara air hujan yang bertabrakan dengan genteng juga gemuruhnya petir bagai nada suara yang indah ditelinganya.
Dan, kenapa ia merasa bukan cuma indah, namun juga entah mengapa menyedihkan.
Tangannya bergerak menyendok cake-nya.
Ting!
Pertanda pesan masuk, buru-buru ia membukanya yang ternyata adalah room chat-nya bersama mamanya.
Mama.
Afa, bisa pulang sekarang, ada sesuatu yang mau mama beritahu.
Anda.
Mah, ini Afa lagi neduh di cafe, nanti kalau udah reda Afa cepet-cepet pulang.
Mama.
Iya, gak papa. Nanti kalau udah reda langsung pulang, ya.
Anda.
Iya, mah.
Meletakkan kembali ponselnya diatas meja, kembali menikmati suasana siang menlekang sore yang dingin.
.
.
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband is Lecturer
Teen FictionDosen itu suamiku.. Sagara Putra Pratama. Falfa Putri Adipta.
