01. In the Morning

19 4 5
                                        

Han Jisung adalah seorang pria yang sangat terkenal di kampusnya. Ia adalah vokalis band rock yang sangat diminati oleh mahasiswa lain bahkan seluruh dunia dan selalu tampil di acara-acara event rock besar, bahkan konser besar mereka sendiri. Ia bersama Kim Seungmin, Bang Chan, Lee Minho, dan Hwang Hyunjin membentuk sebuah band bernama SKZ. Dengan formasi awal Han sebagai vokalis utama dan memainkan gitar melodi, Seungmin sebagai pemain gitar ritme, Chan sebagai pemain gitar bass, Minho sebagai pemain keyboard dan synthesizer, dan Hyunjin sebagai pemain biola. Mereka akhirnya merekrut Lee Jeno, teman Hyunjin dari kampus lain, untuk menjadi drummer mereka.

SKZ berawal dari band kampus, mereka muncul sebagai band paling populer di kalangan mahasiswa dan lagu-lagu gothic metal, hardcore dan progresif rock mereka membuat penggemar mereka mencintai mereka. Gaya mereka terinspirasi oleh dua band legendaris yang mereka idolakan, Evanescence dan Avenged Sevenfold. Namun sayangnya, ketika band tersebut berada di masa keemasannya karena telah dilirik oleh sebuah agensi besar dan sudah mulai masuk dapur rekaman, Jeno memutuskan untuk hengkang dari band dengan alasan agar ia bisa fokus pada studinya. Karena hengkangnya Jeno secara mendadak, membuat SKZ harus menyewa drummer pengganti (bukan formasi tetap) setiap kali mereka mengadakan acara. Namun ketukan snare dan kick drumnya tidak sebagus dengan skill permainan Jeno.

Hingga pada suatu pagi, seorang wanita tomboi dengan rambut sebahu dan potongan rambut wolf cut berwarna pirang tiba sebagai mahasiswi baru di kampus mereka. Ia tidak hanya cantik dan tampan sekaligus, tetapi juga tahu cara bermain musik, skateboard, dan sepatu roda. Hal ini membuat Han jatuh cinta pada pandangan pertama padanya.

Saat ia sedang berlatih drum di ruang musik karena kelasnya kosong, Han dan teman-teman bandnya yang akan berlatih band masuk ke dalam dan terpesona oleh teknik bermain drumnya. Ternyata ia menikmati bermain musik hardcore dan gothic rock. Han mendekat dan memujinya. Ia terkejut.

"Lu hebat banget. Mau gabung sama band kita?" tanyanya penuh harap.

Gadis itu mengerjapkan matanya kaget sebelum bangkit dari kursi drum dan menatap mereka dengan malu-malu.

Han dan anggota band lainnya terkejut melihat ekspresi imutnya. Mereka tahu dia keren, tapi melihatnya dari dekat sangat berbeda.

"Lu hebat banget!" Hyunjin, pemain biola, mengangguk antusias.

"Ya." Seungmin, gitaris ritme, menimpali.

Han menyeringai dan bersandar di dinding, menyilangkan tangannya.

"Kita lagi nyari drummer tetap untuk gantiin drummer lama kita. Lu adalah orang yang kita cari selama ini."

Han melangkah lebih dekat dengan seringai nakal khasnya.

"Lu tahu apa yang gila? Cara lu mainin double pedal dengan sempurna—seolah-olah lu emang ditakdirin buat mainin lagu-lagu kita." Ia melirik ke arah teman-temannya.

"Bener gak guys?"

Band itu mengangguk serempak dengan antusias.

"Jadiii...." Ia memperpanjang kata itu, memiringkan kepalanya.

"Gimana menurut lu? Mau jadi bagian yang hilang dari band SKZ? Poin bonus kalo lu bisa mainin lagu-lagu up-beat Avenged Sevenfold." Han mengedipkan matanya.

Gadis itu tersenyum dan mengangguk.

"Gua bakalan nyoba dulu."

Han mengangkat alisnya, seringai licik terukir di wajahnya.

"Nyoba? Oh, sayang, 'nyoba' itu buat orang yang lemah. Di band ini, kita gak 'nyoba.' Kita mendominasi."

"Mari kita lihat, apa yang lu punya."

Backbeat • Han JisungStories to obsess over. Discover now