Warning
Cerita ini mengandung, kekerasan,toxic,bullying,bikin menguras emosi jadi untuk orang yang darting jangan dulu baca.
Gak suka skip.
Tatapan jaemin tak lepas pada lelaki manis yang sedang membaca buku pelajaran di taman.
Dia mempertimbangkan taruhan dari temennya beberapa hari yang lalu.
Jaemin melihat lelaki itu dengan tersenyum dengan penuh arti.
Jaemin sedang bersama ketiga temennya yang kebetulan sedang berunding untuk sebuah permainan 'truth and dare' ya kalian gak salah kira, jaemin sedang bertaruh dengan ketiga temennya dan dia memilih dare.
"Tunggu apalagi jaem,sikat" ucap eric mencoba membujuk jaemin.
"Giliran lo jaem yang belum penuhin taruhan ini" sahut jeno dengan menepuk pundak nya.
"Gak punya nyali banget anj, masa nidurin orang cupu kayak gitu, gak bisa." ucap hyunjin
Jaemin yang mendengar itu menatap tajam kearah hyunjin karna merasa harga dirinya sedang di pertanyakan dan hyunjin membalas nya dengan smirk.
Dia melirik kearah renjun dengan tatapan jijik karna penampilan renjun jauh dengan type nya. Bagaimana tidak masuk dengan kriteria nya jika renjun itu lusuh dan body nya kurus krempeng. Ah pokonya gak enak untuk dia tidurin tapi mau gimana lagi jika ini soal harga dirinya.
"Gua terima tapi jangan sampai pacar gua tau" ucap jaemin dengan singkat
Mendengar itu pun 2 sekawannya itu terkejut karna dari 5 hari yang lalu mereka tawarkan jaemin tidak mau namun berbeda dengan hyunjin yang tersenyum lebar mendengarnya.
"Nah ini baru lelaki sejati " senyum sumringah hyunjin, hyunjin tuh paling semangat karna dia bales dendam karna jaemin memberikan tantangan yang menurutnya paling extrem.
Bagaimana tidak? Jaemin memberikam tantangan untuk mencium dosen sebanyak 5 kali di hadapan murid yang ada di kelas yang membuatnya kena bogeman yang cukup keras dan hukuman lari keliling lapangan sebanyak 30 kali putaran.
"Malam ini gua bakal penuhin tantangan itu" ujar jaemin kembali menatap renjun yang masih asik dengan buku tersebut.
"Oke gua tunggu video atau foto sebagai buktinya,bila perlu desahan si culun itu." Ujar jeno karna dia gak yakin dan gak percaya atas tantangan itu.
"Gua gak suka kekalahan" tukas jaemin dengan tekad yang masih menggebu-gebu.
Hyunjin yang mendengar itupun kegirangan.
" good luck bro, semoga berhasil." Kali ini eric yang membisikan kalimat tersebut di telinga jaemin.
●●
Jaemin memainkan ponselnya dengan tersenyum miring karna dia menunggu targetnya.
Sebelumnya jaemin mencari informasi tentang targetnya dengan beberapa orang dan kebutulan ia bekerja menjadi pengatar makanan di sebuah restoran.
'Huang renjun' nama yang indah namun sayang nya bakal menjadi hancur dalam semalam.
Setelah jaemin menyebutkan namanya bel apatermen miliknya berbunyi dengan segera jaemin beranjak dari kursi tersebut lalu berjalan ke arah pintu.
Sesuai dugaan orang yang mengatarkan makanannya itu orang yang menjadi targernya.
"Pesanan atas nama Na jaemin,apakah betul?" Tanya renjun kepada jaemin dengan senyuman ramah nya.
"Iya betul" jaemin pun membalas senyuman itu namun dengan cepat ia menarik lengan renjun masuk kedalam apatermennya dengan kencang yang membuat renjun kaget.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unconditionally - JAEMREN
Teen FictionJaemin paling tidak bisa di tantang apalagi menyangkut harga dirinya sehingga dia pun nekat melakukan hal apa saja agar bisa memenuhi tantangan tersebut tanpa ia ketahui dengan taruhan tersebut hidupnya berubah. Renjun lelaki culun dan polos pun men...
