ーChäfalunnà's World 🌸 ||1

2 0 0
                                        

"Umma, umma bangga ga punya anak kayak Chafa?" Tanya gadis cantik itu penuh tanya, kepada Lumira–ibunya.

"Bangga dong, bangga banget. Umma bangga punya anak gadis kayak Chafa. Chafa itu anak yang baik, pinter, dan lembut. Chafa ga pernah dendam sama orang yang selalu jahatin Chafa. Chafa anak yang baik. umma yakin, banyak sekali orang diluar sana yang sayang sama Chafa." Manik mata itu melihat Chafa dengan mata yang lembut. Ada makna yang tidak bisa di baca, apa maksud dari tatapan Lumira.

Chafalunna Anindira Draspati, namanya. Panggil saja dia Chafa. Hanya tersenyum manis dan memeluk erat Lumira.

"Chafa sayang banget sama umma, Chafa juga sayang papa sama Abang. Jangan tinggalin Chafa, ya? Chafa ga punya siapa siapa lagi di dunia ini selain kalian.." Tetesan bening mengalir sedikit demi sedikit di mata coklatnya.

"Iya sayang. Umma, papa, sama Abang gabakalan ninggalin Chafa. Udah ah, jangan sedih sedih terus. Umma mau masak, kamu pergi mandi sana. Udah sore, nanti kalau kesorean mandinya bakalan tambah dingin." Kata Lumira dengan senyum yang tulus, sambil mencuil hidung putrinya.

"Siap, Umma!" Chafa berjalan dengan santai naik ke atas untuk pergi ke kamar, dan mulai mandi. Lumira tersenyum sendu melihat putrinya yang berusaha untuk kuat di depan banyak orang. padahal nyatanya, putrinya banyak sekali menyimpan luka sendiri. Lumira tidak bertanya atau bahkan ingin tau cerita Chafa. Menurutnya, selagi Chafa tidak bercerita kepada nya itu berarti masih bisa ia selesaikan sendiri.

♡🌸

Kini Chafa sedang berada di atas meja rias, memoles wajahnya dengan beberapa racikan kecantikan. Bersenandung kecil sambil tersenyum melihat wajahnya yang kecil, terlihat imut sekali.

Chafa mengambil handphonenya untuk menghubungi nomor seseorang.

1 kali panggilan di tolak
2 kali panggilan di tolak
3 kali panggilan di tolak
4 kali panggilan di tolak
5 kali panggilan di terima.

Chafa tersenyum senang melihat panggilan itu akhirnya tersambung.

"Halo, Praditya!" Suara penuh harapan itu sedikit bergetar karena sangking senangnya.

"Kenapa? Berisik banget dari tadi." Kata orang yang bernama Praditya itu dengan ketus.

Chafa hanya tersenyum getir mendengar ketusan dari Praditya, panggil saja Radit.

"Kamu kenapa 1 Minggu ini ga nelfon aku sama sekali? Bahkan chat aku aja ga kamu baca.." Kata Chafa, hatinya nyeri saat mengatakan itu.

"Ga penting."

Kalimat yang mampu membuat Chafa sedih, tapi hanya dibalas senyum tipis dengannya, yang tidak Radit ketahui.

"Lo spam gua cuma buat nanyain hal bodoh kayak gini? Buang buang waktu gua, tau ga?"

"A–aku cuma kangen kamu, Dit.. apa gaboleh?" Sudah 1 Minggu tidak ada komunikasi sama sekali, pesan tidak di balas, telfon tidak di angkat, menyapa juga diabaikan. Rasanya sakit sekali untuk Chafa. Orang yang dia sayang tidak memperdulikannya sama sekali.

Tut.

Panggilan dimatikan sepihak oleh Radit. Chafa hanya menatap lekat layar handphonenya itu, dengan tatapan kosong.

Siapa Praditya? Praditya Prameswara adalah pacar dari Chafalunna Anindira Draspati. Berpacaran selama 3 tahun lamanya, dulunya hubungan mereka baik baik saja, sangat harmonis dan pernah menjadi couple favorit di sekolah – tapi semua itu hancur dalam sekejap. Kehadiran satu perempuan yang menghancurkan semuanya. Ashana Valencia, – nama itu yang akan disebut Chafa pertama kali jika ditanya siapa awal mula dari permasalahannya dengan Radit. Perempuan dengan 1001 wajah, dan dramanya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 25 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Chäfalunnà's World Stories to obsess over. Discover now