Prolog - Moonbound Blood Forbidden Love

0 0 0
                                        

Malam itu, bulan bersinar lebih merah dari biasanya.

Angin berhembus kencang, membawa aroma darah yang belum mengering. Hutan yang biasanya sunyi berubah menjadi saksi bisu sebuah tragedi.

Seorang wanita berlari di antara pepohonan.

Napasnya terengah, gaunnya robek, dan darah mengalir dari lengannya. Namun ia tidak berhenti. Ia tidak boleh berhenti.

"Antony...!" suaranya pecah, hampir tenggelam oleh suara auman di kejauhan.

Di belakangnya, bayangan-bayangan bergerak cepat.

Mereka mendekat.

Terlalu cepat.

Wanita itu tersandung dan jatuh keras ke tanah. Tangannya gemetar saat ia mencoba merangkak menjauh, air matanya bercampur dengan tanah dan darah.

"Aku tidak takut pada kalian..." bisiknya, meski suaranya bergetar.

Tiba-tiba—

Seekor serigala besar melompat keluar dari kegelapan.

Matanya menyala dalam cahaya bulan.

Namun bukan untuk menyerang.

Dalam hitungan detik, tubuhnya berubah. Tulang-tulangnya bergeser, bulunya menghilang, dan di sana berdiri seorang pria dengan mata penuh kepanikan.

"Luna!"

Antony.

Ia berlutut di samping wanita itu, memeluknya seolah dunia akan runtuh jika ia melepaskannya.

"Kau tidak apa-apa... aku di sini," katanya, tapi bahkan ia tahu itu bohong.

Luna tersenyum lemah. Tangannya yang dingin menyentuh wajah Antony.

"Mereka... menemukan kita..."

Antony mengepalkan rahang. Amarahnya bergejolak, tapi lebih besar dari itu—ketakutan.

"Kita akan pergi dari sini. Sekarang."

Luna menggeleng pelan.

"Sudah terlambat..."

Auman lain terdengar. Lebih dekat. Lebih banyak.

Air mata akhirnya jatuh dari mata Antony.

Untuk pertama kalinya, raja manusia serigala itu terlihat hancur.

"Dengarkan aku," bisik Luna. "Lindungi dia..."

Antony membeku. "Apa—"

"Tolong... lindungi anak kita."

Dunia seakan berhenti.

Sebelum Antony sempat berkata apa pun, suara langkah kaki manusia terdengar di antara pepohonan.

Cahaya obor menembus kegelapan.

"Mereka di sana!"

Antony menoleh, matanya berubah liar—bukan hanya serigala, tapi monster yang siap menghancurkan siapa pun.

Namun saat ia kembali menatap Luna—

Wanita itu sudah tidak bergerak.

"...Luna?"

Sunyi.

Terlalu sunyi.

Sesuatu dalam diri Antony... patah malam itu.

Auman panjang dan penuh amarah menggema ke seluruh hutan.

Dan sejak saat itu, satu hal berubah selamanya—

Antony tidak lagi percaya pada manusia.

Bertahun-tahun kemudian, di hutan yang sama, seseorang melangkah masuk tanpa rasa takut.

Seorang gadis.

Yang tidak tahu bahwa langkahnya... akan membangunkan luka lama.

Dan mengubah takdir dua dunia.

Moonbound Blood, Forbidden LoveStories to obsess over. Discover now