Hujan turun perlahan malam itu.
Suara rintiknya terdengar jelas di jendela rumah kecil yang hangat. Lampu ruang tamu masih menyala, menandakan seseorang masih terjaga.
Shani duduk di sofa, menatap layar laptopnya yang dipenuhi pekerjaan. Matanya lelah, tapi tangannya tetap bergerak.
Ia tidak punya pilihan.
“Mom…”
Suara pelan itu membuat Shani menoleh.
Chika berdiri di sana, memeluk bantal kecilnya, rambutnya sedikit berantakan, matanya setengah mengantuk.
“Kok belum tidur?” tanya Shani lembut.
Chika tidak menjawab. Ia hanya berjalan mendekat, lalu duduk di samping ibunya dan menyandarkan kepala di bahunya.
“Temenin bentar ya…”
Shani tersenyum kecil.
Tanpa banyak kata, ia menutup laptopnya.
“Yaudah.”
Chika tersenyum tipis, lalu memeluk lengan ibunya.
Di dunia luar, ia terlihat kuat.
Tapi di rumah ini, ia hanya seorang anak yang ingin merasa aman.
Dan Shani....
selalu berusaha menjadi rumah itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lebih Dari Sekedar Rumah
General FictionChika Narelle Pradipta selalu menganggap ibunya adalah satu-satunya tempat pulang. Namun seiring waktu, ia menemukan sosok lain-"Aunty Gre"-yang memberinya rasa nyaman dengan cara yang berbeda. Di antara dua pelukan yang sama-sama hangat, Chika mula...
