Aren adalah seorang ksatria pedang dari utara, seorang legenda yang paling sering disebut-sebut sebagai yang terkuat di Kekaisaran Arcana. Setiap tebasan pedangnya mampu membekukan musuh-musuhnya, membunuh monster iblis yang hendak menerobos benteng utara kekaisaran.
Atas jasanya menjaga wilayah utara dari gerombolan monster iblis, kaisar menganugerahkan gelar Duke of Snow.
Muda, tampan, kuat, dan memiliki kekuasaan, ia pun menjadi sosok paling diidamkan wanita kala itu. Kaisar menjodohkan adik perempuannya dengannya, membuatnya menjadi saudara ipar kaisar. Pangkatnya pun naik.
Namun kabar buruk datang bagai angin kencang.
Sang putri tewas di tangan Aren, suaminya, di malam pernikahan pertama.
.
.
.
.
Swing!
"Tolong! Tolong! Duke of Snow membunuh sang putri!"
"Duke, tolong jatuhkan pedang Anda! Yang Mulia Kaisar hendak menuju ke tempat ini!"
"Tuan Putri! Tuan Putri! Bangunlah! Tolong panggilkan tabib! Cepat!"
Suara bising dan hiruk pikuk di sekitar membuat kesadaran Aren perlahan kembali.
Dia mencoba berpikir, menangkap apa yang terjadi. Namun dengungan lonceng yang bergema kuat di telinganya membuat pikirannya yang berantakan seperti puzzle yang tidak utuh.
Apa yang terjadi padaku? Sistem? Apa kau mendengarku?
Aren merasakan aroma darah menguar di udara. Ia memaksakan diri menggerakkan tangannya yang tidak sinkron, lalu menemukan ujung pedangnya berada di dada seorang wanita berambut perak. Darah terus mengalir, membasahi gaun pengantin putih seperti mawar yang mekar.
Kenapa aku melakukan itu? Dia pengantin wanitaku, kan?
Aren mencoba menarik pedang di tangannya, namun seluruh tubuhnya terasa kaku, seakan setiap sendi diikat oleh batang besi. Bergerak sedikit saja terasa seperti ototnya robek.
Dia bingung, perasaannya campur aduk. Namun bagi orang yang melihatnya, wajahnya masih tanpa ekspresi, memancarkan udara dingin yang mampu membekukan ruangan dan terlihat tidak berniat melepas pedangnya.
Suara pedang muncul di setiap sudut. Para ksatria kekaisaran tiba tak lama kemudian, diikuti oleh seorang pria tinggi berjubah megah dengan mata ungu murni dan ekspresi agung.
"Duke Aren! Lepaskan pedangmu dari adikku!"
Perintah kaisar yang penuh tekanan dan amarah langsung mencairkan hawa dingin yang dipancarkan sang duke.
Semua orang yang ada di kamar itu langsung berlutut, tak mampu menahan tekanan kuat dari kaisar.
Aren di sisi lain masih berdiri tegak di posisinya. Namun pedang di tangannya terlepas, tangannya menggantung lemah. Matanya masih tanpa ekspresi, menatap langsung ke arah kaisar yang marah.
"Yang Mulia..." suaranya terdengar sedingin es, tanpa emosi dan rasa bersalah.
Saat itu, sebuah rantai muncul di udara, menuju ke arahnya lalu mengikat tubuhnya erat.
"Ugh..."
Rantai itu mencekik lehernya hingga napasnya tersendat. Tubuhnya seperti diremas oleh tangan besar, seakan ingin melumatnya hancur.
Namun hal ini membuatnya dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Dengungan lonceng yang terus mengganggunya hilang, pikirannya menyatu.
"Katakan, kenapa kau membunuh adikku!" seruan sang kaisar menusuk langsung kesadarannya.
YOU ARE READING
Aku Terbangun Sebagai Anak Guild Master SS
FantasySingkatnya cerita tentang Aren, seorang ksatria dan Duke dari sebuah kekaisaran Sihir pindah di tubuh seorang remaja lemah dan sakit-sakitan di era Awaken.
