Pagi hari di keluarga Jirawat hiduplah seorang anak yang katanya sih kembar yakni bernama Java Jirawat dan Aston Jirawat dari kedua anak tersebut ada banyak perbedaan yakni
Java anak pertama dari keluarga Jirawat [katanya anak adopsi]
Dirinya selalu di perlakukan seperti seorang babu, Java kekurangan kasih sayang dari orang tuanya
Sedangkan
Aston Jirawat adik Java [yang katanya anak kandung Jirawat]
Dirinya selalu menjadi prioritas kedua orangtuanya, selalu di manja dan di sayang kepada orang tuanya
Contohnya sekarang aston sedang asik main ponselnya dengan menonton tv sedangkan Java dirinya menyapu mengepel dan mencuci semua piring, kalau di bilang sih ini seperti pekerjaan ibu rumah tangga
"Kakak tolong ambilkan adek minum dong adek haus" perintah aston kepada kakak nya yang sibuk mengurus rumah yang sangat besar itu
"Adek bisakah kamu ambil sendiri" jawab Java yang berada di dapur "kakak sedang sibuk, apa kamu tidak liat" lanjutnya sambil membersihkan tempat meja
Aston yang mendengar itu lalu ke dapur sendiri dan mengambil minum "makanya istirahat kak, jangan cuma bersih bersih rumah terus emang gak capek apa bersih bersih rumah terus" ucapan aston membuat Java menatap aston dengan tajam
Java menghampiri aston yang duduk di meja makan itu "enak ya dek kamu ngomong gitu? Kamu gak ingat kalo kakak sampai ketahuan istirahat mama dan papa kakak bakal di kasih hukuman sama mereka" ucapan Java tersebut mampu membuat Aston terdiam
Aston tau kakaknya itu adalah kakak yang sangat kuat, bagaimana tidak, kakaknya itu selalu di siksa oleh mama dan papa mereka, bahkan Aston sering melihat kakaknya itu di kunci di gudang, di rendam di air, di pukul dan lain lain kakaknya masih kuat Sampai sekarang
java yang tau ucapannya terlalu membentak itu pun mengelus rambut aston "makanya jangan mancing emosi kakak ya dek, maafin kakak udah bentak kamu" ujar lembut Java kepada Aston
"Tidak, tidak kakak tidak salah aston yang salah, seharusnya aston tidak ngomong seperti itu sama kakak" kali ini aston yang meminta maaf kepda kakaknya
Java yang mendengar ucapan maaf dari adiknya hanya tersenyum "tidak apa apa, kakak tau apa yang kamu rasakan"
Aston tersenyum "kakak masih banyak ya kerjaan rumahnya, gimana kalau Aston bantu biar kerjaan kakak cepat selesai" tawar aston kepada Java
Aja tetapi Java menggeleng cepat "tidak usah Aston, kamu sebaiknya kembali ke ruangan sana, kakak takut jika kamu membantu kakak, kamu akan di marahi oleh mama"
"Tapi ka-
"JAVA MANA KAMU" teriakan seseorang dari tangga atas, Java yang terpanggil pun lalu menghampiri arah suara tersebut
"I-iya ada apa mama memanggil Java" ujar Java ketakutan kepada mamanya
Tee [mama java dan Aston] menatap Java dengan tatapan tajam seperti ingin memakannya "kamu bikin ulah lagi kan di sekolahan" ucal tee membuat java terkejut
"Astaga mampus bagaimana mama tau masalah di sekolah" ucapan dalam hati
"JAVA SAYA LAGI NGOMONG YA SAMA KAMU" teriakan di depan Java dan sedikit menjambak rambut Java
"AKH ma kelas ini sangat sakit" mohon Java agar Mamanya melepaskan jambakannya
Bukanya melepaskan tee menjambak kuat rambut Java "kamu bikin ulah apa lagi hah? Kamu itu ya udah di bilangin jangan bikin ulah sama siapapun, saya malu jika di suruh membela kamu sialan"
"Ma java b-bisa jelasin hiks, lepasin jambakannya ma ini m-menyakitkan" mohon Java lagi sambil menangis, dirinya benar benar merasa kesakitan di bagian rambut dan kepalanya
"MAMA LEPASKAN KAKAK" aston tiba tiba melepaskan tangan mamanya yang tadinya menjambak rambut Java tersebut
"Aston kamu jangan membela kakak kamu, dia sudah bikin mama malu, dia selalu saja bikin ulah" ucap tee kepada aston yang memeluk kakaknya
Aston menatap sang mama "Aston tau mama gak suka sama kakak tapi setidaknya mama ga usah nyiksa kakak sampai seperti ini"
"Ada apa ini" tiba tiba dari pintu utama ada seseorang masuk ke dalam rumah
Tee tersenyum "syukurlah papa mu sudah pulang, mama akan mengadukan ini kepada papa mu" ucap tee lalu menuruni tangga
"Pagi pagi sudah ribut ada apa ini?? tanya dew [ayah] kepada tee
"Kamu tau pa, anak itu bikin ulah lagi di sekolahan" ujar tee kepada dew
"Di mana anak itu" ujar dew lalu tee menunjuk ke atas, dew pun lalu pergi ke atas dan menghampiri Java
"JAVA" tegas dew membuat Java terkejut "papa dengar dari mama kamu, kamu bikin ulah lagi di sekolahan?"tanya dew
Java menggeleng cepat "t-tidak papa Java tidak membuat ma-masalah di sekolahan, Java hanya membela harga di-diri Java yang di tindas oleh teman Java papa" jawab Java dengan takut
"Apa papa sama perduli kalau kamu di tindas??" Tanya dew "papa tidak perduli kamu mau di tindas atau di pukul teman kamu yang terpenting kamu tidak membalas perbuatan dan tidak menimbulkan masalah" lanjut dew membuat Java kaget bukan main
Dew malah memihak temannya yang menindasnya "papa aku yang di tindas saja tidak suka tapi kenapa papa malah membela orang yang menindasku?? Aku Java pa Java anak papa kenapa papa selalu ngomong seperti itu seakan-akan aku bukan anak papa" ujar java
Plak
Dew menampar pipi Java "sejak kapan aku ingin memanggil mu anak hah? Kamu itu cuma anak angkat saya jadi bebas dong saya anggap kamu anak atau enggaknya"
Java yang mendengar itu membuat hati dia seperti di tusuk, dirinya hanya diam dengan ucapan dew barusan
"Tapi setidaknya anggap aku ada pa, anggap aku ada" mohon Java kepada dew tetapi permohonan itu di tertawai oleh dew
"Kamu mau di anggap anak oleh saya? Jangan harap itu akn terjadi" ujar dew "sekarang pergi sana saya muak melihat wajah kamu, hari ini saya tidak akan menghukum kamu" lanjut dew lalu pergi dari hadapan java
Oke sampai di sini dulu see you next time
