kamu, iya kamu. cewek penuh tinggah, suka banget sama cowok cantik. kamu suka sama yang cantik-cantik, entah cowok maupun cewek, bukan berarti kamu lesbian.
kamu selalu bayangin punya cowok cantik yang kalem, elegant, anggun, dan bisa jadi sosok su...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Hari ini, kamu jalan-jalan santai dengan sahabatmu, Kirana. Kamu hanya menggunkan celana pendek hitam diatas lutut, yang dipasangkan dengan jaket adidas kebesaran berwarna senada, dengan sandal jepit swallow dan rambut dijedai asal.
Kirana di sampingmu, berpenampilan anggun, memakai dress lengan kupu-kupu bewarna putih dengan campuran abu muda , dan sandal cantik. Rambutnya digerai dengan tas mungil di bahu rampingnya.
Saat kamu dan Kirana tengah berjalan sambil memakan es krim, atensimu menangkap seorang pemuda yang tengah bejalan beriringan dengan wanita paruh baya yang tetap terlihat cantik.
Pemuda manis, ya, itu kecintaanmu. Tanpa pikir panjang, kamu menarik sembaranga buket bunga yang tadi dibeli Kirana untuk pacaranya.
“Eh- bangsat, lo-”
Kamu tak menggubris, kamu tetap berjalan dengan senyum cerah mwndatangi dua orang tersebut.
“Permisi bu,”sapamu ramah.
Wanita paruh baya dan pemuda manis itu menoleh kearahmu, wanit itu tersenyum, berbeda dengan sang putra yang menatapmu datar.
“Iya nak, ada apa ya?”balasnya.
Kamu tersenyum,““Bu anaknya buat aku ya? Aku aja yang cari nafkah, anak ibu cantik soalnya”
Ucapmu sambil menyodorkan buket bunga cantik yang asal kamu rampas dari Kirana tadi.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Dengan senyum merekah kamu menatap kedua orang itu. Pemuda dan wanita paruh baya itu bertatapan sejenak, sebelum akhirnya sang ibu membalas.
“Anak ibu memang cantik, boleh kok, ambil aja,”valas sang ibunda dengan senyum manis berhasil buat sang pemuda menukikkan alisnya tak terima.
Kirana di belakang mengejarmu, lelu ia menepuk dahinya sendiri menahan malu.
Setelah mendapat balasan dari calon amam mertua-ekm, maksudnya dari ibu pemuda itu, kamu lalu meraih tangan pemuda itu dan menaruh buket di di tangannya.