THE SWEET CHAOS-EPILOGUE

9 0 0
                                        

“Mi… Mi… oii Mimi, tunggu dulu!” teriak seorang pemuda sambil berlari mengejar gadis yang ia panggil.


“Apaansii lo, berisik banget!” balas gadis itu sambil berlari juga, jelas risih karena namanya diteriaki.

“Dengerin penjelasan gue dulu!” pemuda itu akhirnya berhasil mengejar dan mencekal lengannya.

“Apa? Lagi-lagi apa yang harus dijelasin?” gadis itu menatapnya penuh ketidakpercayaan.

“Apa yang lo liat tadi cuma salah paham. Ga seperti yang lo pikirin,” jelas pemuda itu, berusaha meyakinkan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Semuanya sudah jelas kok. Apalagi yang perlu lo jelasin?” bantah gadis itu.


“Intinya, lo harus percaya sama gue. Itu semua cuma jebakan doang. Gue dan cewek itu ga ada hubungan apa-apa,” tambahnya.

“Hm… iya deh, gue percaya sama lo,” gadis itu akhirnya menganggukkan kepala.


“Nah… gitu dong, Mimi yang gue kenal,” pemuda itu tersenyum sambil mengusap kepala gadis itu, senang karena ia percaya padanya.


“Ihhh… ngeselin banget sih lo! Jadi berantakan rambut gue,” gerutu gadis itu sambil merapikan rambutnya yang berantakan akibat ulah pemuda itu.


“Hehee… sorry-sorry,” jawab pemuda itu sambil tertawa kecil.


“Hehh… btw, nama gue MIRACLE AMBERLY MAXIME, bukan Mimi!” gadis itu menekankan namanya.


“Ya terserah gue dong, itu panggilan imut gue untuk lo.”


“Yaa… tetap aja gue ga suka. Apa kata orang nanti kalau dengar lo—”





Cup





Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir pink alami gadis itu.


“FIRST KISS GUEE! ANJIR, LO MARCO ALEXANDER VARDENZ!” gadis itu kesal dan langsung berlari mengejar pemuda itu.


Marco tersenyum sambil berlari menghindari amukan gadis itu. Kejar-kejaran konyol itu berlangsung di lapangan sekolah. Untung saja sudah jam pulang, jadi tidak terlalu banyak orang yang memperhatikan mereka.







Seperti apa keseruan dan kelanjutan kisah mereka?

THE SWEET CHAOSHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora