[Prolog]
Hari ini, aku gelisah melamunkan sesuatu. Apakah aku akan diterima oleh PTN yang aku idamkan?
Sejak SD, aku memperoleh rangking yang membanggakan, ranking 2 selama 6 tahun berturut-turut. Nah, sayangnya, menginjak SMP aku mengalami kemunduran drastis. Aku.. ternyata tidak nyaman berada di tempat itu. Lingkungan itu kurang baik untukku. Entah kenapa, banyak orang mengalami pengalaman tidak menyenangkan dibangku sekolah pada masa SMP.
Sampai kelas sembilan pun, aku tetap sama, bahkan aku semakin merasa begitu bodoh, dan nakal. Bayangkan saja, siapa yang bersantai beberapa minggu menjelang ujian kelulusan? Aku. Dasar payah. I'd never want it, but i still inside.
Hal itu menunjukkan seakan-akan aku tidak bisa hidup tanpa bergantung pada orang lain.
Aku, hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika aku gagal? Saat ini, siapa yang mau menandu, atau membopongku diakhir perjalanan? Semua akan sibuk meraih akhirnya sendiri. Membuatku sadar, jangan sok menjadi pahlawan, kecuali untuk dirimu sendiri. Sialnya, jika sudah seperti ini, yang bisa disalahkan hanyalah diri sendiri.
Baiklah, mari hari ini kita bernostalgia, duduk termenung didalam kamar, membuatku terpikirkan banyak hal.
Percayalah, sampai hampir menyentuh garis final, aku masih seperti seseorang yang hampa. Padahal aku harus belajar. Belajar adalah tugasku. Aku bahkan sangat membenci sisi diriku pada saat itu.
Untunglah, Tuhan masih menyadarkanku, bahwa tujuanku masih ada di persimpangan jalan didepan sana. Hanya dalam kurun waktu satu minggu, aku belajar bak kesetanan. Biasanya, aku tidak keluar dari kamar karena bermain ponsel. Namun hari itu, dalam seminggu penuh, aku hanya mendengar musik dan melahap materi yang disediakan.
Pada hari ke tujuh, akhirnya aku menyadari banyak hal. Aku tidak percaya pada diriku sendiri. Dan, aku terlalu menghakimi diriku sendiri. Menyesal? Tentu.
Saking kerasnya aku berusaha seminggu penuh, sehari sebelum ujian kelulusan, aku hampir dilarikan kerumah sakit, karena hampir jatuh pingsan dengan cairan merah keluar dari telinga dan hidungku. Untungnya, aku masih bisa menjalankan ujian hingga akhir.
Nilainya? Tergolong cukup untuk masuk SMA impianku.
Belajar dari kesalahan di masa lampau, dan kenyamanan yang kudapat dari sekolah menengah atas ini, nilaiku berangsur-angsur membaik. Bahkan, aku mulai sering menjadi juara harapan, atau bahkan juara tiga lomba kesusastraan.
Ya, aku suka dengan hal berbau sastra. Tapi, mungkin aku lebih mencintai bagaimana dunia dan seisinya berjalan.
Atas berbagai pertimbangan, akhirnya aku memutuskan untuk mengambil jurusan IPA biologi & kimia.
Di SMP, jujur, aku merasa diracuni oleh materi kelistrikan yang membuatku mengambil ekstrakulikuler informatika yang menurutku, dengan segenap rasa yakin dan percayaku, itu benar-benar menyenangkan walau orang lain menyangkalnya.
Seimbanglah antara keinginan yang satu dengan lainnya. Alasanku begitu kuat untuk pada akhirnya memutuskan meraih cita-cita sebagai seorang dokter. Aku ingin lebih tau, aku ingin mencoba merawat, dan memahami cara kerja manusia. Kebiasaan yang entah baik atau buruk, yaitu mendedikasikan diri untuk manusia. Seperti biasa, sifat heroik ini sepertinya telah menjadi bagian dalam hidupku.
Aku mengincar antara fakultas kedokteran Universitas Indonesia, dan Universitas Gajah Mada.
Disela nostalgiaku yang memang hampir selesai, seseorang yang paling menyebalkan dalam hidupku mengirim pesan.
IJan (Ichi ni Jan)
|Oi Ren!
|Makasih, ayam geprek nya!
|Mantul beut dah!
17.08
|Yoi, masama.
17.09
Ichi ni Jan
|Nanti setelah pengumumannya
Keluar makan diluar yok!
17.09
|Lah? Yaudah deh.
|Gass!!!
17.15
Baru selesai bercakap dengan teman berakhlak simpanseku itu, notifikasi yang mencengangkan masuk.
#Pengumaman SNBP#
|Diberitahukan kepada seluruh partisipan SNBP tahun 2026, bahwa hasil yang kalian peroleh baru akan dirilis besok pada pukul 18.00. Dikarenakan kendala teknis yang kami sesali .....|
Day 1
YOU ARE READING
Gelagat Aren
Science FictionTingkah laku Aren selama berhari-hari terakhir ini memang perlu dicermati dengan seksama. Setiap hari ia akan membuat atau membeli makanan enak, pergi bersama teman-teman, dan melakukan hobinya. Seakan akan perayaan akan terjadi sebentar lagi. ∆ cer...
