"Aaahhh..."
Jasiel Anastasia mengeratkan pegangannya pada sprei kasur dirasa lidah pria di atas tubuhnya semakin bergerak liar menyusuri tubuhnya. Jasiel tidak tau siapa pria diatasnya ini, gadis itu juga tidak tau mengapa ia berada di posisi saat ini. Jasiel berusaha menolak namun tubuhnya malah terasa kesakitan semakin Jasiel melawan maka semakin sakit dirasakannya berbanding terbalik jika Jasiel tenang dan menerima nya maka rasa nikmat menyapa seluruh tubuhnya.
"Aaahhh mmmhh.." hanya suara suara menjijikam itu yang keluar dari mulutnya, Jasiel juga tak bisa membuka suaranya.
Jasiel memejamkan mata dengan mulut tertutup rapat, Jasiel tidak mau mengeluarkan suara menjijikan itu lagi. Jasiel berteriak didalam hati saat jemari panjang serta ramping pria diatas mulai menyentuh kewanitaannya. Jasiel menggeleng cepat menjerit kencang dan mulai ketakutan.
"Hhhhhh..." tidak ada suara yang keluar meski Jasiel sudah berusaha sebisa mungkin.
Jasiel merapatkan kakinya sekuat yang di bisa namun itu percuma, tubuhnya tidak mengikuti apa yang Jasiel mau. Jasiel mulai menangis tapi lagi-lagi tak ada yang keluar entah suara tangisan ataupun air mata.
"Nggghhh.. aaahh~"
Tubuhnya di luar kendali dirinya, Jasiel akhirnya pasrah merasa kelelahan terus memberontak namun tidak ada hasil apapun. Jasiel mencoba untuk menggigit bibirnya agar tak mengeluarkan suara desahan namun tak bisa rasa nikmat mulai terasa dari kepala sampai ujung kaki nya.
"Aaahh!"
Jasiel menjerit tak siap kewanitaannya bersentuhan langsung dengan jemari yang terasa dingin. Tubuh Jasiel bergerak-gerak seperti cacing menyambut jemari itu. "Mmmhhh.."
"Aaaggghh aaahhh~"
Cengkeraman ya pada sprei kasur semakin kencang, bibirnya meringis merasa sakit sesaat jemari itu masuk kedalam kewanitaannya. "Aarrghh.. sakitt."
Jasiel membuka matanya lebar saat satu kata berhasil keluar dari mulutnya. Jasiel kembali berusaha berbicara tapi tidak ada yang keluar dari bibirnya.
"Uuuhhh.." Jasiel membusung seperti menyodorkan payudaranya pada sosok diatasnya.
Nikmat, ini sangat nikmat. Jasiel belum pernah merasakan ini sebelumnya. "Haaahh yaahh.." puting kanannya dikulum serta dihisap penuh godaan lalu vagina nya di mainkan sedemikian rupa. Kenikmatan terus menghantam tubuhnya dari berbagai sisi,
Clok!
Clok!
Clok!
Suara mesum pertemuan jemari dan vagina nya mulai terdengar nyaring di telinga nya. Pipinya langsung memanas mengetahui seberapa basah dirinya.
"Aaahhh aaahhh dalam sekali.." jemari panjang itu seolah menyentuh titik-titik sensitif nya.
Jasiel semakin mengangkang menerima sodokan dua jemari pria diatasnya, Jasiel sudah tidak bisa berpikir jernih akan apa yang terjadi pada dirinya. Kenikmatan dunia sudah menelan dirinya.
"Aaagghh sesak.." Jasiel meringis saat pria itu menambahkan jemari nya, sekarang ada tiga jari didalam vagina nya.
Meski sedikit perih namun lubang sempit itu menyambut dengan baik, meremas lembut ketiga jemari itu. Jasiel tak bisa mengendalikan dirinya, gadis cantik itu mulai menggerakkan pinggulnya berlawanan seolah menyambut.
"Ter..lalu cepaaatt aaahh aaahhh mmhh~" Jasiel membawa tangannya berpindah pada kepala pria itu, meremas surai hitam lebatnya erat.
Kocokan di bawah sana semakin cepat tak lupa jempol pria itu ikut menggesek klitorisnya. Jasiel ingin ejakulasi. "Aaahh aahhh mau pipiss.." Jasiel tak bisa mengendalikan tubuhnya, bergerak-gerak seperti cacing kepanasan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sleep with the Devil
RomansaSosok yang tidak pernah Jasiel ketahui selalu mengintai dan mengikuti.
