1 ✨

1 0 0
                                        

Sinar mentari nembus tirai kamarku, tepat di wajahku yang masih setengah sadar. Hari ini adalah hari yang sangat aku nantikan. Kenapa? Karena hari ini ada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS yang dimana saat waktu SMP aku tidak mengikuti kegiatan ini karena terhalang pandemi Covid-19. Aku melakukan peregangan sebentar setelah bangun agar badanku tidak kaku. Setelah itu aku mandi cepat lalu mengenakan seragam putih abu-abu yang sudah disiapkan sejak semalam karena sangat bersemangat. Rasanya ini bener-bener my new era.

"Dafa, turun ke bawah. Kita sarapan! "

"Iya bun, bentar. Lagi pake dasi! " Ucapku.

Setelah beres menggunakan seragam sekolah, aku bergegas turun ke tempat makan sembari menenteng tas gendong. Di sana terlihat ada 2 orang, Ayah dan Bundaku. Kita hidup bertiga dalam satu rumah. Ya, bertiga.

Aku Dafa Askara Galendra. Kata Bunda, Askara itu berarti cahaya. Makanya aku nggak boleh jadi anak yang cuma numpang hidup tanpa bersinar. Aku anak satu-satunya di keluarga ini. Istilah kerennya, anak semata wayang. Orang tuaku ngasih nama ini ke aku agar aku bisa jadi pelindung sekaligus pemimpin penerus keluarga ini. Di depanku ada Ayah dan Bunda. Ayah ku namanya Matheo Zidane Galendra. Ayahku ini seorang pegawai di salah satu instansi pemerintah. Dia kalo lagi ngobrol sama aku kayak lagi ngobrol sama temannya. Makanya aku bisa santai kalau ngobrol sama Ayah. Cuma kalau lagi marah... Yah begitulah. Cicak pun diem kalo dia lagi marah. Di sebelahnya ada Bunda. Utami Cintya Kirana. Bunda adalah ibu rumah tangga. Bunda orangnya ramah banget, perhatian, lemah lembut. Sayang banget sama bunda.

"Hari ini yang bener ya di sekolah. Jangan buat aneh-aneh. Hari pertama kamu di sekolah harus punya citra yang bagus." kata Bunda.

"Iya Dafa. Kamu juga harus pinter-pinter milih teman. Jangan salah pergaulan. Kita kan nggak tau sifat aslinya kayak gimana." tambah Ayah.

"Iya Yah, Bun. Dafa bisa kok pilih temen. Dafa kan udah beda kayak waktu SMP dulu. Dafa sering banget nonton video di medsos cara ngebedain mana teman yang benar sama yang nggak."

"Halah kamu ini. Yaudah syukur deh kalo Dafa bisa bedain. Inget, tetep hati hati ya." ucap Bunda menegaskan dengan lembut.

"Iya bun."

"Yaudah Dafa, ayo berangkat bareng Ayah. Ayah mau sekalian ke kantor." kata Ayah.

"Oke Yah. Bun, Dafa sama Ayah berangkat dulu. Assalamualaikum. "

"Wa'alaikum salam, iya hati-hati ya. Jangan ngebut ngebut bawa mobilnya!" tegas Bunda.

"Iya!" kata Ayah yang sedikit berteriak karena mobilnya sudah jalan. Takut tidak terdengar suaranya.

---------------------------------------------------------

Di perjalanan, aku dan Ayah banyak berbincang tentang sekolah yang akan aku masuki. Ayah juga menanyakan apakah barang-barang untuk MPLS ada yang tertinggal.

"Ada yang ketinggalan ga barang-barang buat MPLS-nya? Kalo ada ayah gabisa nganterin ke sekolah karena Ayah mau ke Surabaya." tanya  Ayah

"Bentar, Dafa cek ulang. Nametag ada, topi ada, air minum ada, barang-barang yang lain ada. Nggak ada yang ketinggalan, Yah." ucapku setelah memastikan tak ada barang yang tertinggal.

"Oke. Nanti pas udah sampe sekolah jangan lupa kabarin Bunda ya. Ayah mau langsung ke kantor. "

"Oke Yah. Ayah di Surabayanya berapa hari? "

"Paling 5 hari, pulang hari Sabtu. Mau nitip oleh-oleh apa Dafa?"

"Mau nitip Bandeng Presto aja yah. Waktu itu yang dibawain ayah enak."

"Oke. Udah sampe. "

Terlihat gerbang sekolah yang di sekitarnya dikelilingi banyak pohon-pohon rindang. Di bangunan tersebut terdapat nama sekolah "SMA GANESHA BANDUNG". Lokasinya nggak deket kota sih, lebih tepatnya dekat kaki gunung. Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan, bikin sekolah itu kelihatan kayak tempat pelarian dari hiruk pikuk kota. Karena itu udaranya sejuk sekali.

" Yaudah yah, aku masuk dulu ya. Makasih yah. Hati hati dijalan."

"Iya, yang bener ya MPLS nya. "

"Iya yah. Assalamualaikum. "

"Wa'alaikum salam."

Aku menatap sebentar gerbang itu, menarik napas dalam-dalam dan melangkah melewati gerbang itu dengan perasaan campur aduk.

Belum sempat aku melangkah jauh, seseorang menabrakku dari samping.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 28 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ANDIRAWhere stories live. Discover now