Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Andriansyah Yudha's: .Manhunt

2 0 0
                                        

Seekor anjing betina kecil terbangun dari lelap tidurnya, seperti menyadari ada seseorang yang tengah berbisik– dengan nada merayu, memanggilnya dari kejauhan di ruang bawah tanah sana.

”Casseey?~”

Suara itu kini semakin terdengar tengah memanggil namanya berulang kali, menyadari itu dengan lekas ia beranjak dari bantal tidurnya dan berjalan menuruni anak tangga yang sudah lapuk dan penuh akan sarang laba-laba. Anjing itu sudah setengah jalan dalam menuruni anak tangga, namun keraguan sedikit menyelimutinya dalam setiap langkahnya. Rayuan itu semakin terdengar memanggil dirinya. Dalam penerangan yang remang dari cahaya kuning, ia melihat sebuah potongan daging ayam yang tergeletak tepat di dekat dalamnya lubang sumur tua yang sudah mengering.

”Tentu, kamu tidak akan menolaknya bukan?”

Melihat itu, dibuatnya perlahan menggugah kembali semua rasa laparnya yang tak pernah kunjung terpenuhi dari majikannya. Lalu dengan cepat ia bergegas menghampiri ayam itu tanpa ragu yang sialnya, ketika ia berhasil meraih penghilang rasa laparnya dengan gigitannya, sebuah tali sudah terikat keras dengan daging itu– menariknya paksa dan seketika sebuah ember mengejutkannya–datang dari belakang tanpa ia sadari menghampirinya cepat untuk mengurung dan menjatuhkannya ke dalam gelapnya sumur yang ternyata ember itu juga sudah terikat dengan daging ayam itu.

Beruntung dengan cepat anjing itu melepas gigitannya dan berhasil menghindari marabahaya yang kelak akan menjadi mimpi buruknya. Dengan ketakutan yang menjadi-jadi anjing itu berlari dengan sangat kencang menaiki kembali anak tangga yang kemudian dari bawah sumur sana, tangisan seorang wanita terdengar jelas– semakin keras memanggil dan meneriaki namanya.

Sexual Healing dari Marvin Gaye menggema mengisi seluruh hampanya suasana ruang berkumpul dan lorong di lantai utama, musik itu terdengar jelas berasal dari kamar yang penuh akan kepulan asap rokok dan banyaknya pajangan serta cinderamata aneh yang tergantung mengerikan, jika dipandang secara seksama.

Seorang pria berbadan tinggi dengan rambut ikal dan perawakan besar tanpa busana, tengah tersibukkan menjahit sesuatu berbahan kulit yang terasa begitu menghibur dirinya, seraya bernyanyi mengiringi dan sesekali menatap dalam–mengagumi diri; menggigit ujung jari yang kemudian disusul dengan wajah genitnya pada pantulan cermin di hadapannya yang tidak berhenti menatap mengagungkan dirinya.

Kebahagiaan terselimuti penuh dari wajahnya yang terlihat begitu sumringah dengan hasil jerih payahnya sendiri, ia kemudian beranjak dari kursinya, menyingkirkannya secara kasar dengan cara melemparnya; untuk bisa pergi dari hadapannya dan berhenti untuk menghalangi antara baiknya tatapannya dengan cerminnya, bahkan untuk waktu sedetikpun.

Ia tergoda akan cermin yang tengah kembali menatapnya dan mengagumi keindahan tubuhnya, sebuah desahan terlepaskan dari mulutnya dengan sengaja, lalu ia mengigit setengah bibirnya yang kemudian kembali menatap dirinya. Namun, semua perhatiannya akan keindahan dirinya perlahan teralihkan dengan suara lolongan anjing yang seperti tengah meminta bantuan. Untuk memastikan dengan apa yang didengarnya saat ini, ia mengecilkan bisingnya suara musik, berjalan pelan pergi meninggalkan dirinya dan berhenti di ambang pintu kamar seraya menunggu dan berharap suara lolongan itu bukan seperti yang didengarnya tadi.

Beberapa detik berlalu, namun benar, tidak ada suara yang akan mengganggu dan menemani untuk menjadi mimpi buruknya. Pria tanpa busana itu menghela nafas lega, tersenyum lalu berputar balik untuk mengagumi kembali dirinya.

RAW-AAWU!!

Lolongan itu terdengar keras dari ruang bawah sana.

”HEI!!” Dalam seluruh kepanikannya yang menggila pria itu bergegas lari, menerobos lorong ruang utama, menuruni anak tangga dengan cepat dan menghampiri sumur kering tua yang kini semakin terdengar jelas jeritan seekor anjing kecil yang tengah meminta tolong akan bantuannya di dalam sana.

ManhuntCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang